Breaking News

Di Kemendesa, Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Alat Peraga Pendidikan Anak Usia Dini Terendus

Ada dugaan korupsi lebih Rp 3,5 miliar di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasnmigrasi.

Proyek penyediaan alat peraga pendidikan untuk anak-anak usia dini di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), berpotensi  merugikan Negara sebesar Rp 3.5 miliar.

 

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi mengatakan, pada tahun 2016 ini, Kemendes melalui Dirjen Pembangunan Perdesaan mengadakan lelang untuk empat paket (item) dengan nilai total pagu anggaran sebesar Rp 50 miliar. Namun, lanjut dia, dalam tahapan lelang, masyarakat dikecewakan, karena ada penyimpangan sehingga hak-hak anak kecil tidak direalisasikan semuanya.

 

“Dalam proses lelang, publik harus meneteskan air mata di hari kemerdekaan ini, dan hal ini sudah sangat keterlaluan sekali. Masa program untuk anak-anak usia dini diduga ada penyimpangannya dalam lelangnya,” ucap Ucok dalam pesan singkatnya, Kamis (18/8/2016).

 

Lebih lanjut, Ucok mengungkapkan bahwa dari ke empat paket yang harus mengeluarkan dana sebesar Rp 50 miliar itu berpotensi merugikan keuangan negara lebih dari  Rp 3,5 miliar.

 

“Dimana paket pertama, dimenangkan oleh PT Mara Cipta Utama dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 1 miliar, paket kedua dimenangkan oleh PT Indoglobal Cipta Teknologi dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 1.1 miliar dan paket yang ketiga dimenangkan PT Karya Akbar Karunia berpotensi merugikan negara sebesar Rp 679.6 juta, kemudian paket keempat dimenangkan PT Ryantama Citrakarya Abadi berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 708.3 juta,” paparnya.

 

Dari kronologi tersebut, CBA meminta aparat penegak hukum, baik itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ataupun Kejaksaan, agar segera mengambil langkah membuka penyelidikan untuk proyek pengadaan penyediaan alat peraga pendidikan bagi anak usia dini.

 

“Sekali lagi, kami meminta kepada KPK dan Kejaksaan untuk segera memanggil semua panitia lelang, dan Dirjen Pembangunan kawasan Perdesaan dalam kasus lelang ini,” ujarnya.

 

Anak-anak usia dini, lanjut Uchok, adalah penerus bangsa, dan pendidikan adalah dasar mereka untuk mengasah dan menimbah ilmu supaya kelak bisa menjadi anak yang berbakti bagi bangsa dan negaranya. Serta menjadi kebanggan bagi dunia internasional.

 

“Ini malah alat peraga pendidikan untuk anak-anak usia dini dimainkan, dengan ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.3.5 miliar. Dan yang paling aneh, misalnya lelang dengan paket satu, yang dimenangkan oleh PT Mara Cipta Utama, isinya bukan untuk belanja alat peraga pendidikan tetapi untuk beli buku seperti mengenal angka apakah ini bukan sebuah cara untuk mengelabui perusahaan lain?” pungkasnya.(Jimmi/Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*