Breaking News

Kembangkan Ekonomi Kerakyatan, Anak Muda Diajari Usaha Dagang Bakso

Kembangkan Ekonomi Kerakyatan, Anak Muda Diajari Usaha Dagang Bakso.

Sulitnya pengembangan diri anak-anak muda untuk menjadi pebisnis tangguh, tidak menyurutkan langkah para pemuda yang tergabung dalam Generasi Mandiri Teluk Pucung untuk memulai mengorganisir diri dalam usaha ekonomi kerakyatan.

 

Oleh karena itu, Generasi Mandiri Teluk Pucung bersama Remaja Masjid Al Hiyah Kebalen Babelan dan Bakso Kumis Permai Babelan menggelar training Usaha Bakso bagi kalangan muda, untuk mengembangkan diri sebagai usahawan dan membidik ekonomi kerakyatan.

 

Pembinan Generasi Mandiri Teluk Pucung, Afif menyampaikan, untuk menjadi pengusaha bakso saja pun tidaklah semudah yang dibayangkan orang. Karena itu, perlu upaya dan strategi serta pengembangan bisnis kerakyatan ini.

 

“Apakah anda ingin berencana menjadi pengusaha bakso? Teknik dasar membuat baksopun harus dikuasai. Jika benar-benar belum punya pengetahuan, Andapun bisa mengikuti kelas khusus membuat bakso. Biayanya yang terjangkau dan menyiapkan Anda jadi pengusaha bakso,” tutur Afif, Kamis (05/10/2017).

 

Afif mengatakan, kecintaan orang terhadap bakso tidak pernah surut. Terbukti,banyaknya pedagang bakso mulai dari kelas gerobak, kios di pinggir jalan hingga mall yang nyaris tak pernah sepi pengunjung. Dalam seharipun bisa menghabiskan puluhan mangkuk bakso beserta pelengkapnya seperti mie, bihun, soun dan seledri. Dan entah berapa pundi-pundi yang bisa dihasilkan dari pedagang Bakso ini.

 

“Untuk itu, kami dari Generasi Mandiri Teluk Pucung, Remaja Masjid Al Hiyah Kebalen Babelan dan Bakso Kumis Permai Babelan menyelenggarakan Traning Usaha Bakso. Alhamdulillah khursus ini di selenggarakan pada hari Sabtu, 30 September 2017 di Masjid Al Hiyah Kebalen Babelan, Kabupaten Bekasi,” ujar Afif.

 

Dia menjelaskan, usaha ini dilakukan dengan menggali langsung dari sosok pengusaha yang sudah sukses, Narasumber tidak lain adalah H. Widodo, pemilik Usaha Bakso Kumis Permai. Acara yang dihadiri oleh 50 peserta Generasi Mandiri Teluk Pucung, tampak semangat dan antusias mengikuti jalananya traning usaha bakso ini, walau cuaca hujan mengguyur wilayah Kebalen.

 

Pemateri memaparkan, bahwa kita harus merubah maindset berfikir bahwa menjadi pengusaha, yaitu memulai harus dari nol (bawah), tidak ada kesuksesan langsung hadir tanpa dari proses yang panjang.

 

“Saya sendiri memulai hijrah dari Wonogiri dan usaha bakso ini dari gerobak yang di dorong, keliling di sekitar perumahan di Kebalen. Orang memanggil saya kumis bakso. Jadi itulah kenapa saya namain bakso kumis. Setelah itu saya terus belajar dan belajar, mengolah bakso ini menjadi enak dan bekualitas,”tutur Pemilik Usaha Bakso Kumis Permai, H Widodo.

 

Dia bercerita, jatuh bangun merintis usahanya dari gerobak bakso dan memulai berani menyewa kios dipinggir jalan. “Kenapa di pinggir jalan? Karena dengan di pinggir jalan orang akan mengetahui usaha kita. Setelah ramai dan mempunyai pelanggan yang banyak, saya memberanikan diri membeli rumah di daerah perumahan permai. Setalah itu di-namain Bakso Kumis Permai. Kecintaan saya dan istri saya terhadap Bakso, maka saya kalao jalan-jalan pasti mencoba mencicipi kuliner Bakso, sehingga bisa mencoba hal-hal baru agar Bakso saya bisa tetap terjaga kualitasnya,” ungkap Widodo.

 

Pada tahun 2015, Lembaga Pengkajian Pangan, obat-obatan dan kosmetika (LPPOM) dengan No sertifikat : AS07/LPPOM MUI/VII/2015, Bakso Kumis Permai telah  bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia MUI, dengan no sertifikat No SH: 01161144860715.

 

Perlu diketahui,  dari sekian banyak warung bakso se-Jabodetabek yang difasilitasi PT Sinar Sosro untuk kolektif mengurus sertifikat halal, hanya empat belas warung bakso yang lolos salah satunya Bakso Kumis Permai.

 

“Untuk menjaga kualitas Bakso, kami mempunyai pengolahan daging bakso sendiri yang ada di Pasar Baru Bekasi Timur. Setiap hari daging Sapi segar digiling dan menjadi bahan bakso,” tutur Widodo.

 

Peserta yang mengikuti traning ini pun, belajar bagaimana mengikuti proses usaha Bakso. Di mulai dari proses menggiling bakso di Pasar Baru, mulai dari jam 04.30, setelah membeli daging peserta diarahakan ke tempat penggilingan daging Bakso Permai. Sekitar 15 menit, daging 3 kg digiling. Setelah menggiling, membeli sayuran, mie, bihun dan bumbu racik bakso (tulang kaki sapi).

 

Setelah selesai dari pasar peserta kembali ke masjid Al Hiyah, untuk mulai proses pembuatan Bakso dan Kuah. Dari proses diskusi, yang membedakan Bakso ini dengan yang lain adalah standar daging 6 kg maka akan di beri tepung 1/5 kg, jadi daging begitu murni daging sapinya. Dan untuk citarasa kuah dengan tulang kaki sapi, sehingga gurih dan nikmat kuahnya.

 

Dengan racikan tangan dingin H. Widodo, usaha bakso permai telah memiliki 8 cabang, untuk menjaga cita rasa bakso beliau masih meraciknya sendiri bersama istri. Para peserta tampak antusias dan menikmati sesi training, sambil diskusi dan menikmati 1 mangkuk bakso yang di buat oleh 50 peserta traning ini.

 

Dinamika usaha dan jatuh bangun telah di lalui H. Widodo, dan telah mendapat kepercayaan dari masyarakat tentang kuliner Bakso Permai, maka dia begitu menjaga agar cita dan rasa tetap sama sehingga pelanggan tidak lari ke tempat lain. Walau akhir-akhir ini dihebohkan dengan berita “hoax”,  Bakso Permai tetap tidak terganggu dan menjadi instropeksi bagi usaha ini agar tetap jaya dan sukses. Bagaimana H. Widodo dengan mudah memberikan tips, setelah rasa enak maka pelayanan juga harus di tingkatkan, terutama kebersihan tempat usaha, penggilingan (wc), dan harga ekonomis bagi masyarakat.

 

“Kami dari panitia Generasi Mandiri Teluk Pucung ingin memberikan motrivasi usaha secara langsung dari sumber yang telah teruji, sehingga di harapkan akan melahirkan pengusaha bakso atau bisa merintis usaha sendiri. Generasi sekarang tidak hanya menjadi pekerja tapi sudah berubah menjadi pengusaha muda yang inspiratif dan kreatif,” ujar Afif dalam sesi Penutupan Traning Usaha Bakso ini.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*