Breaking News

Kembali Geruduk Kejaksaan Agung, Masyarakat Minahasa Utara Tantang Jaksa Agung HM Prasetyo Segera Tangkap Bupati Minut

Kembali Geruduk Kejaksaan Agung, Masyarakat Minahasa Utara Tantang Jaksa Agung HM Prasetyo Segera Tangkap Bupati Minut.

Ratusan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Minahasa Utara-Minut Connection, Lembaga Anti Korupsi Laskar Manguni Indonesia (LAK-LMI) Masyarakat Adat Pakasaan ne ToUnsea (Mapatu) dari Sulawesi Utara (Sulut) mendatangi gedung Kejaksaan Agung, di Jakarta, untuk mendesak Jaksa Agung HM Prasetyo segera menangkap dan menjadikan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonni Anneke Panambunan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi Proyek Pemecah Ombak, di Desa Likupang, Minut.

Warga Minut itu menyesalkan kinerja Kejaksaan yang sangat tidak profesional dalam pengusutan perkara ini.

Koordinator Aliansi Masyarakat Minahasa Utara-Minut Connection, Johansyah Noldy Awuy dalam orasinya menuturkan perjalanan perkara yang sudah terang benderang atas perilaku Bupati Minut Vonni Anneke Panambunan dan kroni-kroninya itu telah menyebabkan kerugian negara puluhan miliar rupiah.

Sembari mengacungkan bundelan dokumen berisi bukti dan fakta-fakta keterlibatan Vonni Anneke Panambunan, Noldy mendesak Jaksa Agung HM Prasetyo segera menindaktegas jaksa di wilayah serta segera menangkap bupati Minut.

“Bukan sekali dua kali ini kami mendatangi Kejaksaan Agung ini, sudah berkali-kali. Laporan sudah dimasukkan, aksi massa pun sudah digelar, bahkan setiap kali persidangan terkait kasus ini di Pengadilan Tipikor di Menado, saya tidak pernah absen. Sebanyak 27 kali persidangan itu saya ikuti, dan bukti-bukti serta fakta-fakta persidangan itu pun ada di dokumen ini,” tutur Noldy, dalam orasinya, di depan Kantor Jaksa Agung, Kompleks Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin 1, Jakarta Selatan, Senin (23/07/2018).

Dia menyampaikan, tidak ada alasan bagi jaksa untuk tidak segera menetapkan Bupati Minut Vonni Anneke Panambunan dan sejumlah kroninya sebgai tersangka. “Tetapkan mereka sebagai tersangka dan tahan. Proses hukum yang benar dong Pak Jaksa Agung. Anak buah Pak HM Prasetyo sebagai Jaksa di tempat kami yang terlibat ya harus ditindak tegas juga,” tutur Noldy.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Anti Korupsi Laskar Manguni Indonesia (LAK-LMI) Masyarakat Adat Pakasaan ne ToUnsea (Mapatu) dari Sulawesi Utara (Sulut) Stenly Lengkong menyampaikan, pengusutan dugaan korupsi Proyek Pemecah Ombak di Minahasa Utara (Minut) sudah jadi mainan aparat penegak hukum, khususnya Jaksa.

Bupati Minahasa Utara Vonni Anneke Panambunan, yang sudah berkali-kali terungkap sebagai dalang korupsi itu, dibiarkan bebas melenggang.

Bahkan, menurut dia, sejak Vonni Anneke Panambunan pindah partai dari Gerindra ke Nasional Demokrat (Nasdem), perempuan yang pernah menjadi terpidana korupsi itu pun semakin tak tersentuh.

“Jangan karena menjadi satu partai politik dengan partainya Pak Jaksa Agung HM Prasetyo lantas Bupati Minut Vonni Anneke Panambunan pun tak diusut,” tutur Stenly.

Menurut dia, semua bukti keterlibatan Bupati Minut dan kroninya sudah sangat terbuka di muka persidangan dan juga dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), namun jaksa malah tidak menindaklanjuti hingga Bupati Minut dkk.

“Bahkan rekaman dan bukti, serta fakta persidangan tentang keterlibatan Bupati Vonni Anneke Panambunan diendapkan oleh Jaksa. Kami menduga kuat Jaksa telah turut melindungi Bupati dan kroni-kroninya,” ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Stenly, Jaksa Agung HM Prasetyo tidak bisa mengelak dan malah berdiam diri lagi. Kasus ini harus diusut tuntas segera.

“Buktikan dong bahwa Jaksa juga mampu memberantas korupsi di daerah. Jangan malah bermain-main. Pak Jaksa Agung harus menindaktegas loh. Segeralah tetapkan sebagai tersangka dan tangkap Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan,” ujar Stenly.

Sebanyak 5 orang utusan atau perwakilan demonstran diterima oleh pihak Kejaksaan Agung dan masuk ke dalam gedung. Mereka diterima oleh Direktur A Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Andar Permana dan stafnya.

Jaksa menerima laporan dan aspirasi mereka. “Kita komitmen menindaklanjuti laporan ini. Kita bersama-sama komit untuk memberantas korupsi kok,” tutur Andar Permana.

Dia pun berjanji bahwa laporan masyarakat Minut itu tidak akan didiamkan. “Akan kita proses. Kita akan tindaklanjuti,” pungkas Andar Permana.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*