Breaking News

Keluarga Korban Kasus HAM Temui Presiden Jokowi

Keluarga Korban Kasus HAM Temui Presiden Jokowi.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para aktivis dan keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu membawa sejumlah harapan. Keluarga korban berharap kasus-kasus HAM masa lalu segera dituntaskan. Terlebih kasus-kasus HAM yang sudah diselidiki oleh Komnas HAM.

Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Sumarsih menuturkan dari pertemuan tersebut Jokowi menyatakan masih akan mempelajari berkas-berkas yang disampaikan para aktivis dan keluarga korban. “Kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang sudah diselesaikan oleh Komnas HAM, khususnya pelanggaran HAM berat masa lalu yang tertulis dalam visi, misi, dan program aksi Jokowi-JK agar segera diselesaikan,” katanya di Jakarta, Jumat (01/06/2018).

Menurut Sumarsih, dalam pertemuan itu Jokowi menyampaikan agar para keluarga korban tidak segan meminta penjelasan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengenai penanganan kasus-kasus tersebut oleh pemerintah.

“Saya berharap Pak Jokowi memenuhi komitmennya untuk mewujudkan visi, misi dan program aksi yaitu menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu,” imbuhnya.

Meski sudah bertemu Presiden Jokowi, Sumarsih dan puluhan keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu berkomitmen tetap menggelar aksi kamisan setiap pekan. Kegiatan yang sudah mereka lakukan sejak 2007 itu akan tetap berlanjut sampai pemerintah menyelesaikan penanganan berbagai pelanggaran itu.

Mereka terus mendesak pemerintah menyelesaikan kasus-kasus HAM masa lalu terlepas siapapun yang menjadi presiden. “Dalam UU no. 26 tahun 2000 tentang HAM, kasus-kasus pelanggaran HAM berat tidak kenal kedaluwarsa. Siapa pun yang jadi presiden, kami berhak menuntut, dan presiden wajib menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu atau masa kini,” ujarnya.

Pegiat HAM, Sandyawan Sumardi menambahkan, keluarga korban meminta agar presiden mengakui telah terjadi pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Keluarga korban juga meminta agar Jokowi memerintahkan Jaksa Agung menindaklanjuti berbagai hasil penyelidikan Komnas HAM ke arah penyidikan.

“Itu harapan keluarga korban. Namun kami sangat menghargai ikhtiar Bapak Presiden untuk menghantar bangsa ini menjadi bangsa yang rendah hati dan bermartabat dengan pengakuan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi menerangkan, dalam pertemuan itu Jokowi ingin fokus dulu mendengar masukan dari keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu. Dalam pertemuan tersebut, peserta aksi Kamisan meminta Presiden Jokowi mengakui telah terjadinya sejumlah pelanggaran HAM masa lalu.

Pelanggaran tersebut antara lain kasus yang sudah ditangani Komnas HAM seperti Tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Penghilangan Paksa Mei 1998, Tragedi Talangsari, Kasus Tanjung Priok, dan Tragedi 1965.

Menurut Johan, dalam pertemuan itu presiden berjanji akan meminta Menko Polhukam dan Jaksa Agung untuk berkoordinasi dengan Komnas HAM.  “Presiden berjanji akan segera memanggil Jaksa Agung dan Menko Polhukam untuk membicarakan permintaan perwakilan korban beberapa kasus HAM masa lalu,” ujarnya.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*