Breaking News

Kejati Kepri Berhasil Menangkap Buronan Korupsi Alkes Rp3,2 Miliar

Kejati Kepri Berhasil Menangkap Buronan Korupsi Alkes Rp3,2 Miliar.

Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) berhasil menangkap mantan pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Anambas, Dr Tajri yang menjadi buronan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) tahun 2009 senilai 3,2 miliar rupiah.

 

Tajri yang merupakan buronan sejak tahun 2015 itu melarikan diri ketika mau dieksekusi untuk menjalani hukumannya selama empat tahun penjara.

 

“Terpidana kami tangkap di tempat praktik dokternya di Klinik Piayu di wilayah Batam,” kata Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka ketika dikonfirmasi wartawan, di kantornya, Kamis (05/10/2017).

 

Yunan mengatakan, setelah ditangkap, terpidana langsung dieksekusi dari Batam menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Pinang.

 

Menurut Yunan, sebelum berhasil menangkap, pihaknya sudah mendapat informasi soal keberadaan Tajri yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam kasus tersebut.

 

Setelah mendapatkan informasi, lanjutnya, dirinya kemudian memerintahkan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferry Tass, dan anggota timnya untuk meluncur ke tempat yang sering didatangi terpidana di daerah Piayu, Batam.

 

“Akhirnya tanpa perlawanan yang bersangkutan berhasil kami tangkap setelah dipantau dan diikuti sehari semalam,” kata Fery Tass, Aspidsus Kejati Kepri.

 

Fary Tass mengatakan, Tajri dalam kasus korupsi pengadaan alkes sebelumnya telah dihukum tiga tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjung Pinang. Kemudian hukumannya diperberat menjadi empat tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Riau.

 

“Pada tingkat kasasi Mahkamah Agung menolak kasasi Tajri dengan  menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Riau. Namun saat akan dieksekusi yang bersangkutan melarikan diri,” ujarnya.

 

Untuk kasus tersebut, Pengadilan Tipikor juga memutus atasannya yaitu mantan Kepala Dinkes Kabupaten Anambas Sofyan selaku pengguna anggaran dengan hukuman tiga tahun penjara.

 

Tersangka lain dalam kasus ini dari pihak kontraktor pengadaan alkes yaitu Direktur PT Intan Diaknostika bernama Sri Yuni Widiantika yang juga sempat buron pada 2012. Namun wanita pengusaha ini kemudian berhasil ditangkap di daerah Bekasi Jawa Barat pada 2014.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*