Breaking News

Kejati DKI Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag

Kejati DKI Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Di Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

Setelah penggeledahan di kantor Kementerian Agama (Kemenag) yang dilakukan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) terkait barang bukti kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) pada Rabu (26/04) lalu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta secara intensif membidik tersangka kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara sekitar 1,1 miliar rupiah.

 

Wakil Kepala Kejati DKI Jakarta, Masyhudi mengatakan, sejauh ini tim penyidik masih mempelajari berkas dokumen dari hasil penggeledahan dan belum menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

 

“Sampai sekarang belum ada tersangkanya, tapi Insya Allah segera dalam waktu dekat ditetapkan,” kata Masyhudi kepada wartawan di kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/04/2017).

 

Mantan Asisten Khusus Jaksa Agung, HM Prasetyo itu juga menambahkan, sehari sebelumnya Kejati DKI telah menerjunkan 15 orang untuk penggeledahan itu. Salah satu ruangan yang disasar adalah ruangan bagian keuangan di Ditjen Pendis Kemenag dan Sekretaris Jenderal Kemenag.

 

Dalam penggeledahan itu, tim penyidik menyita sejumlah dokumen fisik dan elektronik.

 

“Dokumen-dokumen yang diduga relevan dengan perkara sudah dibawa ke Kejati,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Kejati DKI telah meningkatkan kasus korupsi anggaran di Ditjen Pendis Kemenag ke penyidikan. Salah satu modusnya melakukan kegiatan fiktif yang diduga merugikan negara 1,1 miliar rupiah.

 

Masyhudi menambahkan, sepanjang proses penyelidikan hingga tahap penyidikan perkara tersebut sudah ada bukti-bukti pendukung berupa pengembalian uang ke kas negara.

 

“Ada dana sebesar 345 juta rupiah yang disetorkan atau dikembalikan ke kas negara,” ujarnya.

 

Pengembalian dana itu menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengusut dugaan korupsi di Ditjen Pendis Islam.

 

“Ketika masih penyelidikan, sudah ada 10 orang yang diperiksa sebagai saksi,” ucapnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*