Breaking News

Kejati DKI Bidik Tersangka Baru Kasus Penyalahgunaan Anggaran Kemenag

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta tidak menutup kemungkinan akan menetapkan tersangka baru pada kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama 2014.

 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengatakan, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) masih terus menggali kasus tersebut.

 

“Mungkin saja ada tersangka baru jika ada temuan baru dalam penyidikan, bisa saja karena dikenakan Pasal 55 KUHP,” kata Nirwan Nawawi di Jakarta, Jumat (07/07/2017).

 

Nirwan menegaskan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terkait dengan kasus dugaan korupsi tersebut.

 

Diketahui, penyidik Pidsus telah menetapkan Kepala Bagian Keuangan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama 2014.

 

“Satu orang sudah ditetapkan tersangka, kabag keuangan inisialnya M,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Sarjono Turin.

 

Menurut Sarjono, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan dua alat bukti yang kuat dalam kasus tersebut.

 

“Tersangka yang memerintahkan mengeluarkan anggaran, akibatnya terjadi tindak pidana korupsi,” ujarnya.

 

Walau begitu, kerugian negara yang berhasil dikembalikan ke negara pada kasus tersebut sekitar 1,1 miliar rupiah. Sisanya tinggal 80 juta rupiah.

 

Sebelumnya, penyidik telah menggeledah dan menyita dokumen dari ruangan di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

 

Kasusnya bermula dari alokasi dana untuk kegiatan yang dikelola oleh bagian keuangan Set Ditjen Pendis Kemenag bersumber dari APBN Tahun 2014 sebesar 3,954 miliar rupiah.

 

Namun, pada praktiknya ditemukan penyalahgunaan anggaran yang diduga merugikan negara 1,1 miliar rupiah.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*