Breaking News

Kejati DKI: Berkas Perkara Tersangka Penganiaya Ahli IT ITB Belum Lengkap

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan berkas perkara tersangka Laurens Paliama dan Edwin Hitipeuw penganiaya ahli IT Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah belum lengkap atau P19.

“Berkas sudah kami terima tanggal 4 September 2017. Setelah dilakukan penelitian pelengkapan formil maupun materil ternyata hasil penyidikan belum lengkap,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (06/10/2017).

Untuk itu, kata Nirwan, pihaknya telah mengembalikan berkas perkara tersebut ke penyidik Polda Metro Jaya.

“Karena tidak lengkap kita kembalikan berkas perkara itu,” ujarnya.

Dalam perkara ini, tersangka Laurens Paliama dan Edwin Hitipeuw disangkakan Pasal 170 ayat 2 (2) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

Sebelumnya, dua pelaku penyerangan terhadap Hermansyah ditangkap di Depok pada Rabu (12/07/2017) dini hari. Mereka adalah Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37).

Pengeroyokan itu bermula ketika Hermansyah bersama istrinya, Irina, melintas di tol Jagorawi arah ke Bogor mengendarai mobil Toyota Avanza pada Minggu (09/07/2017) dini hari.

Saat di dalam tol, mobil Hermansyah disalip dan tersenggol oleh mobil Honda City yang dikemudikan Edwin.

Tidak terima mobilnya tersenggol, Hermansyah langsung mengejar mobil Edwin. Hingga akhirnya di KM 6 Tol Jagorawi terjadilah percekcokan.

Tiba-tiba, dari arah belakang, datang Laurens dan rekannya dengan menggunakan mobil Toyota Yaris yang menyerang Hermansyah menggunakan pisau.

Saat Hermansyah tersungkur, para pelaku langsung melarikan diri. Hermansyah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hermina, Depok, oleh istrinya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*