Breaking News

Kejaksaan Agung Buru Riza Chalid

Keterangannya Sangat Diperlukan, Namun Tiga Kali Mangkir Dari Pemanggilan Penyidik

Tiga Kali Mangkir Dari Pemanggilan Penyidik Riza Chalid Diburu Kejaksaan Agung

Penyidik Kejaksaan Agung mulai kesal dengan ulah taipan minyak Riza Chalid. Pasalnya, sebanyak tiga kali pemanggilan penyidik tidak pernah dipenuhi. Karena itu, penyidik dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung mulai mempersiapkan langkah melakukan perburuan untuk mencari keberadaan Riza Chalid.

“Sudah tiga kali surat pemanggilan untuk dimintai keterangannya, namun yang bersangkutan (Riza Chalid) selalu mangkir,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan (Kamis, 14/01/2016).

Meskipun status Riza Chalid masih sebagai saksi, dijelaskan Arminsyah, namun keterangannya sangat diperlukan oleh penyidik untuk mengungkap dugaan kasus Permufakatan Jahat yang dikenal dengan ‘Papa Minta Saham’ dalam pertemuan yang dilakukannya bersama eks Ketua DPR Setya Novanto bersama Petinggi PT Freeport Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Ya penting, sebab mereka kan tiga orang bertemu. Dalam pengakuan dan isi rekaman pertemuan dia (Riza Chalid) ada di sana,” ujar Arminsyah.

Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) itu menyampaikan, tiga kali surat pemanggilan resmi yang dilayangkan penyidik kepada Riza Chalid tidak digubris. Sudah bermacam-macam upaya dilakukan penyidik untuk memanggil dan meminta keterangan dari dia.

“Penyidik sendiri tidak tahu mengapa tidak ada respon dia atas pemanggilan yang telah dilakukan. Tentu, kami terus melakukan upaya untuk menghadirkan dia, sembari terus mengembangkan proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini,” ujar Arminsyah.

Penyidik sendiri memperoleh informasi bahwa Riza Chalid sudah kabur dan tidak berada di Indonesia. Karena pentingnya mengungkap kasus ini, menurut Arminsyah, penyidik akan terus mengupayakan memperoleh keterangan langsung dari Riza.

“Kami melakukan pemantauan. Dari pemantauan, dia berada di luar negeri. Ada informasi di Singapura. Dan kami memantau juga ada di beberapa lokasi di luar negeri. Dia bolak-balik dari satu tempat ke tempat lainnya. Tentu sekarang, kami tidak bisa sampaikan di mana aja. Itu internal,” papar Arminsyah.

Meskipun statusnya masih sebagai saksi, lanjut Arminsyah, Riza Chalid terus diburu oleh penyidik. Bahkan, Jampidsus pun sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi pemerintahan di dalam dan luar negeri untuk membantu mencari keberadaan Riza Chalid itu.

“Yang pasti, kami melakukan koordinasi dengan Kepolisian, dan sejumlah lembaga terkait juga. Memang dia bukan buronan. Sebab, istilah buron atau DPO (Daftar Pencarian Orang) itu kurang tepat untuk saat ini. Sebab, dia masih sebatas hendak dimintai keterangan,” ujar Arminsyah.

Arminsyah memastikan, pengusutan kasus ini akan terus dilakukan, meskipun belum sampai pada upaya pemanggilan paksa terhadap Riza Chalid.

“Posisinya kan sekarang ini masih dalam tahap penyelidikan. Dia kita panggil untuk dimintai keterangan, ya sebagai saksi. Jadi, upaya pemanggilan paksa itu tidak bisa dilakukan dalam proses penyelidikan dan pengumpulan informasi. Kecuali, tahapannya sudah ke tingkat penyidikan, ya bisa dilakukan upaya paksa. Kalau sekarang belum bisa upaya paksa,” jelas mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur itu.

Pengusutan kasus ini, lanjut dia, akan berujung pada penetapan tersangka. Bahkan, jika Riza Chalid pun tak kunjung mau dimintai keterangan oleh penyidik, Kejaksaan Agung akan melanjutkan penuntasan perkara ini semaksimal mungkin.

“Penetapan status tersangka itu tergantung bukti-bukti dan fakta-fakta yang kuat dalam proses penyelidikan. Jika bukti-bukti dan fakta-faktanya kuat, ya bisa ditingkatkan statusnya sebagai tersangka untuk tahap penyidikan. Ya pasti kami akan bersikap. Kami tidak berhenti. Proses penyelidikan dan penyidikan terus berlangsung, berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta nantinya akan bisa ditentukan langkah selanjutnya,” papar pria yang tahun lalu meraih gelar Doktor dari Universitas Diponegoro itu.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*