Breaking News

Kejaksaan Agung Akan Segera Mengeksekusi Putusan Kasus Yayasan Supersemar

Kejaksaan Agung Akan Segera Mengeksekusi Putusan Kasus Yayasan Supersemar.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Kejaksaan Agung (Kejagung) Loeke Larasati Agustina menyatakan pihaknya belum mendapatkan kelanjutan informasi secara resmi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengeksekusi aset Yayasan Supersemar sebesar Rp 4,4 triliun pasca putusan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah di Mahkamah Agung dengan mengabulkan kasasi dari Kejaksaan.

 

“Belum dapat informasi secara khusus, kemarin sudah inkrah (dari Mahkamah Agung), perlu didalami kembali untuk dapat kita eksekusi,” kata Loeke di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2017).

 

Menurut Loeke, setelah pihaknya menerima salinan putusan tersebut, pihaknya selaku penggugat akan menunggu langkah Pengadilan Negeri untuk segera mengeksekusi aset Yayasan Supersemar senilai Rp 4,4 triliun itu sesuai putusan Mahkamah Agung.

 

“Nanti, akan kita pelajari dulu. Memang, sebelumnya ada gugatan, dan kita (Kejaksaan) menang, nanti untuk selanjutnya kita akan minta segera di eksekusi,” ujar Loeke.

 

Sebelumnya Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan, pihaknya masih menunggu kewajiban dari Pengadilan Negeri untuk segera mengeksekusi Yayasan Supersemar.

 

“Ya itu kewajiban Pengadilan Negeri untuk segera memenuhi gugatan kita untuk mengeksekusi aset Yayasan Supersemar,” kata Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (03/11/2017).

 

Prasetyo mengatakan, selama ini Kejaksaan sebagai pihak yang menggugat sudah terlalu sabar untuk menunggu gugatan pihak Yayasan Supersemar yang mengajukan upaya hukum sampai ke Mahkamah Agung.

 

Selain itu, mengingat biaya amaning yang sudah dikeluarkan Kejaksaan sangat besar.

 

“Jadi semua sudah kita lakukan sebagai pihak yang meminta. Sekarang menunggu sikap pengadilan. Nanti kita tanyakan lagi, sesuai putusan Mahkamah Agung itu ya kan,” ujarnya.

 

Kasus ini berawal saat Jaksa Agung  yang mewakili rakyat Indonesia menggugat Yayasan Supersemar untuk mengembalikan dana yang diselewengkan sejak tahun 1970-an.

 

Sebelumnya Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus eksekusi Yayasan Supersemar setelah keberatan atas eksekusi tersebut.

 

Perkara nomor 2003 K/PDT/2017 antara Kejaksaan RI yang diwakili HM Prasetyo melawan Yayasan Supersemar dengan ketua umum Arisetyanto Nugroho.

 

Dalam putusan peninjauan kembali (PK), yang diketok oleh Ketua Majelis I Gusti Agung Sumantha dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samiyati. Hakim Mahkamah Agung menyatakan Yayasan Supersemar telah melakukan perbuatan melawan hukum dan dihukum harus mengembalikan 75 persen dana yang terkumpul sejak 1974 dengan asumsi 25 persen dana telah disalurkan ke yang berhak.

 

Sejumlah aset dan rekening  Yayasan Supersemar telah dibekukan. Namun saat hendak dieksekusi, Yayasan Supersemar keberatan dan mengajukan perlawanan eksekusi.

 

Pada 29 Juni 2016, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan aset yayasan bentukan Soeharo yang diselewengkan hanya Rp 309 miliar hingga Rp 706 miliar. Vonis itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada 9 Desember 2016.

 

Kejagung tidak menerima dan melayangkan kasasi mengingat aset yayasan tersebut mencapai jumlah triliunan rupiah hingga akhirnya Mahkamah Agung mengabulkan permohonan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*