Breaking News

Kejagung Tahan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara Moa Tiakur

Kejagung Tahan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara Moa Tiakur.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara Moa Tiakur, Kabupaten Maluku Barat tahun 2012.

 

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Korupsi (Jampidsus) Arminsyah mengatakan, alasan penahanan adalah adanya kekhawatiran para tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana serta kekhawatiran para tersangka akan mempengaruhi saksi-saksi berkaitan dengan tindak pidana yang dipersangkakan kepada para tersangka.

 

Arminsyah menyebutkan, keempat tersangka yang ditahan adalah John Tangkuman, mantan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Barat Daya, Sunarko, Direktur PT Bina Prima Taruna, Nikolas Paulus, konsultan pengawas pembangunan Bandara Moa Tiakur dan Paulus Miru, mantan Plt Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Barat Daya.

 

“Keempat tersangka ditahan di Rutan (Rumah Tahanan) Salemba cabang Kejaksaan Agung terhitung sejak Kamis (2/3/2017) hingga tanggal 21 Maret 2017,” ujar Arminsyah kepada wartawan di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (02/03/2017).

 

Arminsyah menjelaskan, modus yang dilakukan dalam dugaan korupsi tersebut berawal ketika John Tangkuman selaku Pengguna Anggaran atau Pejabat Pembuat Komitmen mengarahkan panitia lelang untuk menunjuk Sunarko, Direktur PT. Bina Prima Taruna sebagai pemenang lelang.

 

“Padahal perusahaan tersebut tidak memiliki pengalaman menangani proyek sehingga mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan proyeknya dan yang bersangkutan juga memproses pembayaran uang muka dengan dua termin,” ujarnya.

 

Sementara itu, lanjutnya, Nikolas Paulus selaku konsultan pengawas pembangunan Bandara Moa Tiakur tidak menjalankan tugasnya selaku konsultan pengawas sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan Paulus Miru yang melanjutkan kepemimpinan John Tangkuman tetap memproses pembayaran termin pertama dan kedua.

 

“Tidak tertutup kemungkinan bakal adanya tersangka lain, kita lihat saja perkembangan penyidikannya,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*