Breaking News

Sudah Kelamaan, Kejagung Harus Segera Mengeksekusi Aset Indosat

Ketua Dewan Pengurus Cabang Kongres Advokat Indonesia (DPC KAI) Jakarta Pusat, Rudianto Manurung mengatakan, untuk eksekusi asset tersebut pihak Kejagung seharusnya dapat segera melaksanakannya. Sebab, tidak ada alasan lain untuk menunda eksekusi.

Sudah hampir 3 tahun Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak melaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terkait uang pengganti sebesar 1,3 triliun rupiah terhadap PT Indosat Tbk.

 

Ketua Dewan Pengurus Cabang Kongres Advokat Indonesia (DPC KAI) Jakarta Pusat, Rudianto Manurung mengatakan, untuk eksekusi aset tersebut pihak Kejagung seharusnya dapat segera melaksanakannya. Sebab, tidak ada alasan lain untuk menunda eksekusi.

 

“Seharusnya tidak ada lagi alasan bagi Kejagung untuk tidak segera mengeksekusi aset Indosat itu,” ujar Rudianto di Jakarta, Rabu (17/05/2017).

 

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung telah memberikan tenggat waktu kepada PT Indosat, untuk membayar uang pengganti sebesar 1,3 triliun rupiah namun sampai saat ini belum dilaksanakan.

 

Perkara tersebut telah Inkrah berdasarkan putusan MA Nomor: 787K/PID.SUS/2014, tanggal 10 Juli 2014 terhadap Indar Atmanto, majelis hakim menjatuhi hukuman selama 8 tahun bui dan denda 300 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan. Dalam kasus korupsi penggunaan jaringan frekuensi radio 2,1 Ghz atau 3G ini, majelis hakim juga menghukum PT Indosat dan IM2 membayar uang pengganti sebesar 1,3 triliun rupiah. Tim jaksa eksekutor juga telah menerima salinan putusan MA tersebut.

 

Sebelumnya, terpidana Indar mengajukan Peninjauan Kembali (PK) namun ditolak oleh MA. “Apalagi putusan tersebut sudah Inkrah,” ucap Rudianto.

 

Rudianto berharap Jaksa Agung HM Prasetyo dapat lebih bijak menangani eksekusi aset Indosat agar pengembalian kerugian negara dari tindak pidana pemanfaatan spektrum 2,1 Ghz untuk jaringan 3G dapat segera terealisasi.

 

“Harus dengan bijak menyelesaikan eksekusi tersebut,” ujarnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*