Breaking News

Kehidupan Buruh Kian Sulit, Pemerintah Tetap Didesak Turunkan Harga BBM

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, kenaikan iuran yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) belum layak untuk dilakukan.

Pemerintahan Jokowi didesak agar tetap menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, selain masih terus menyebabkan kesulitan perekonomian buruh, turunnya harga minyak dunia tidak lantas diikuti dengan penurunan harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia.

Bahkan, Presiden Jokowi dianggap sengaja membiarkan pengelolaan BBM kepada mekanisme pasar tanpa adanya proteksi terhadap masyarakat di dalam negeri.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, jika pemerintah tidak mengambil langkah menurunkan harga BBM dan menstabilkan harga kebutuhan pokok, maka buruh berencana akan kembali turun ke jalanan melakukan aksi unjuk rasa.

“Harga BBM dibebasin begitu saja. Harganya dibiarkan melalui mekanisme pasar. Tidak ada proteksi bagi buruh. Ini kian membuat kehidupan buruh sulit, sebab harga barang-barang kebutuhan pokok tetap mahal. Harga minyak dunia sudah turun tetapi kok masih tetap tidak diturunkan juga harga BBM di Indonesia ini,” ujar Said Iqbal usai pembukaan Rapat Kerja Nasional KSPI di Hotel Grand Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (01/03/2016).

Bayangkan saja, lanjut Said Iqbal, harga bensin jenis premium di Amerika Serikat dan Malaysia saja lebih murah daripada di Indonesia.

“Di Indonesia ini malah tidak masuk akal. Jadi, pemerintah harus turunkan harga BBM di Indonesia. Juga pemerintah harus berpikir pro subsidi bagi rakyat, sebab dengan subsidi itu akan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Said.

Salah satu bentuk peningkatan perekonomian dan pembangunan, lanjut dia, adalah dengan memberikan kepastian upah bagi buruh di Indonesia. “Karena itu, kami juga mendesak pemerintah mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang upah. PP itu telah membuat upah buruh begitu murahnya di Indonesia,” lanjut dia.

Jika tuntutan buruh tidak juga digubris, lanjut dia, maka KSPI sendiri sedang mempersiapkan aksi unjuk rasa besar-besaran. “Direncanakan awal April akan kembali turun aksi. Meminta harga BBM diturunkan, meminta pencabutan PP nomor 78 itu dan memberikan jaminan kepada buruh,” pungkas Said Iqbal.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*