Breaking News

Kecam Tindakan Bullying, Hak-Hak Disabilitas Diingatkan

Kecam Tindakan Bullying, Hak-Hak Disabilitas Diingatkan.

Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas (MPHPD) menyatakan mengecam tindakan bullying terhadap penyandang disabilitas. Kecaman tersebut ditujukan kepada aksi bullying sejumlah mahasiswa Universitas Gunadarma terhadap seorang mahasiswa yang merupakan penyandang disabilitas. MPHPD menyatakan tindakan tersebut harus disikapi serius oleh pihak kampus sekaligus pemerintah, khususnya terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

 

Koordinator MPHPD, Trian Airlangga, mengatakan pihaknya mengecam aksi tidak beradab video bullying berdurasi 14 detik yang dibuat salah satu Mahasiswa Universitas Gunadarma. Setelah video tersebut sempat viral di media sosial, MPHPD langsung bertemu pihak Kampus. Harapannya kampus akan menindak pelaku yang ada di dalam video tersebut dengan memberi saran-saran yang terbaik dalam penanganannya.

 

“MPHPD telah memberi masukan mulai dari cara penanganan, membangun aksesibilitas di kampus bagi nahasiswa yang berkebutuhan khusus, pedoman berinteraksi dengan disabilitas dan proses sanksi hukum dan sanksi sosial yang harus ditetapkan pada para pelaku serta mensosialisasikan UU no. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” katanya dalam siaran persnya, Kamis (20/07/2017).

 

Saat MPHPD berkunjung ke rumah keluarga korban pada Selasa (18/7), ayah korban menyampaikan bahwa frekuensi penyerangan terhadap korban MF sering dilakukan sejak semester satu. MF sendiri mengatakan rekaman itu adalah mekanisme pertahanan diri setelah sekian banyak perilaku teman-temannya kepada korban.

 

“MF mengatakan bahwa dirinya sudah tidak tahan atas perilaku teman-teman kampusnya selama ini. MF juga sebelumnya tidak pernah melawan,” ujar Trian. Perilaku itu mulai dari mengambil laptop, handphone, buku, menutup pintu ketika korban pulang sampai dan tindakan lainnya yang melecehkan martabat.

 

Pihaknya menegaskan, sikap permisif dari kampus sangat menyakiti rasa kemanusiaan. Apalagi keluarga sangat terpukul atas pengakuan MF. “Orang tua korban juga mengungkapkan kekagetannya yang menyebabkan sangat terpukul atas pengakuan MF bahwa perilaku seperti ini sudah biasa dan sering dilakukan teman-teman kampusnya,” sebutnya.

 

Selama ini MF mengaku tidak melaporkan karena melindungi teman-temannya agar tidak dimarahi dosen dan mendapat nilai jelek. MF juga menyampaikan tidak memberi tahu orang tua karena tidak mau membuat susah. “Mungkin kalau tidak ada video tersebut MF tetap bersikap yang sama, melindungi teman-temannya,” kata Trian.

 

MPHPD juga menemukan fakta bahwa pihak keluarga MF melalui salah satu kakaknya juga menyampaikan sudah pernah bertemu baik-baik dengan para pelaku di kampus, namun pelaku menghindar. MPHPD meminta pihak kepolisian untuk mengabulkan permintaan ayah korban agar polisi terlibat dalam proses ini.

 

“Kemarin Polda Metro Jaya melalui Kanit PPA dan Kementerian Sosial RI melalui Bapak Nahar sudah mendengarkan langsung kondisi dan psikologis keluarga korban dan permintaan ayah korban agar 2 institusi tersebut membantu,” ungkap Trian.

 

MPHPD berharap keadilan diperoleh pihak korban dan masyarakat luas memetik pelajaran dari kasus ini agar senantiasa meninggikan martabat dan hak-hak manusia dengan berbagai latar belakang dan kondisinya.

 

Sementara itu, Rektorat Universitas Gunadarma memberikan sanksi kepada pelaku bullying terhadap MF. Sanksi dijatuhkan setelah pihak rektorat melakukan investigasi selama tiga hari. Sanksi tersebut berupa skorsing selama 6 bulan hingga 1 tahun.

 

“Skorsing selama 12 bulan kepada 3 mahasiswa (AA, YLL, HN). Skorsing enam bulan pada satu mahasiswa (PDP). Peringatan tertulis pada sembilan mahasiswa yang terlihat dalam video,” kata Wakil Rektor III Universitas Gunadarma, Irwan Bastian, pada Rabu (19/7) lalu.

 

Diterangkannya, pihak rektorat lansung membentuk tim investigasi setelah video bullying tersebut viral di media sosial. Hal ini merupakan langkah cepat dari pihak rektorat, mengingat pentingnya permasalahan tersebut. Sementara sanksi tersebut diberikan setelah meminta keterangan pada para mahasiswa yang berada di video. Peristiwa yang direkam dalam video itu terjadi di Kampus Universitas Gunadarma pada Jumat (14/7) sekitar pukul 16.30 WIB.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*