Breaking News

Kebakaran Hutan Dan Lahan Kian Terus Terjadi, Hentikan Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar

Kebakaran Hutan Dan Lahan Kian Terus Terjadi, Hentikan Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus terjadi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Tim Manggala Agni meminta agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan. Himbauan itu disampaikan Tim Manggala Agni saat melakukan patroli ke sejumlah desa, terutama di kawasan yang berpotensi terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Patroli tersebut dilakukan secara rutin untuk mengecek lokasi (groundcheck) hotspot sebagai upaya pencegahan dini karhutla. Sejak bulan Mei hingga awal bulan September 2017 tim patroli terpadu sudah melakukan pencegahan di 1.203 desa rawan kebakaran hutan.

“Setiap lokasi yang terpantau hotspot oleh satelit NOAA dan Terra Aqua/Nasa yang datanya didukung dari Posko Dalkarhutla KLHK, harus segera dilakukan groundcheck oleh para petugas di lapangan dan diupayakan penanggulangan sedini mungkin,” ujar Raffles B Panjaitan, dalam siaran pers, Senin (11/9/2017).

Dia mengatakan, hampir semua lokasi yang terdeteksi hotspot di wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, terutama di sekitar Bandara Syamsudin Noor terjadi kebakaran di lapangan.

Untuk mengatasinya, Tim pemadam kebakaran Kehutanan langsung turun kelapangan melakukan pemadaman dengan dibantu Babinkamtibnas. Sejauh ini, luas lahan berjenis gambut yang terbakar diperkirakan sekitar 30 hektar (ha) dengan yang kebanyakan ditumbuhi semak belukar.

Selain itu, pemadaman juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Tanah Laut di Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan luas areal terbakar kurang lebih 7 Ha.

“Hasil pemantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, 10 September 2017 yang dilaporkan laporan pada pukul 20.00 WIB, Satelit NOAA19 memantau 20 titik panas (hotspot). Dengan demikian, untuk periode tanggal 1 Januari – 10 September 2017, total hotspot 1.794 titik. Pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.518 titik, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 724 titik / 28,75%,” Lanjut Raffles.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*