Breaking News

Katanya Kas Negara Lagi Defisit, Kok Ketua DPD Malah Carter Pesawat dan Hambur-Hamburkan Anggaran

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky khadafi: Aktivitas kunker Ketua DPD RI Irman Gusman boros anggaran.

Kondisi kas Negara yang disebut-sebut sedang mengalami defisit anggaran, ternyata tidak benar. Buktinya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman malah bisa hambur-hamburkan uang dengan mencarter pesawat dalam perjalanan-perjalanannya ke daerah. Itu bukan biaya yang kecil.

 

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky khadafi mengungkapkan, dengan keadaan negara yang saat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang dilanda krisis penerimaan dan pemotongan anggaran untuk kementerian dan lembaga-lembaga negara lainnya sedang gencar hendak dilakukan, malah Ketua DPD Irman Gusman menghamburkan uang negara dalam Kunjungan Kerja (Kunker) ke Jayapura dan Manado.

 

“Ketua DPD dalam kunjungan kerja ke Jayapura dan Manado mempergunakan pesawat carteran. Sehingga anggaran untuk kunjungan kerja membengkak lantaran k untuk menyewa pesawat carteran sangat mahal, dan mewah bagi seorang ketua DPD,” beber Uchok dalam pesan singkatnya, Senin (15/8/2016).

 

Pemborosan anggaran itu terjadi sebab biaya untuk pesawat carteran itu bukan dihitung berdasarkan hitungan individual (perorangan) melainkan berdasarkan hitungan jam untuk pemakaian pesawat.

 

“Mewah dan mahal anggaran kunjungan kerja ketua DPD ini. Bisa dilhat dari biaya yang dikeluar oleh pesawat carteran harus berdasarkan hitungan jam, dan bukan berdasarkan tarif individual. Kalau Ketua DPD berangkat dari Jakarta ke Jayapura diperkirakan akan memakan waktu sekitar lima jam, dari Jayapura ke Manado diperkirakan akan memakan waktu tiga jam, dan kemudian dari Menado ke Jakarta akan memakan waktu sekitar 3 jam,” papar Uchok.

 

Uchok memperkirakan, lama pemakaian pesawat  oleh Ketua DPD akan menghabiskan 11 jam perjalanan,  dengan hitungan kasar anggaran yang dihabiskan untuk sekali kunker itu mencapai Rp 715 juta.

 

“Dengan asumsi, menggunakan pesawat tipe ART42. Tarifnya sekitar 5000  hingga 6000 dolar amerika  per jam. Hitung saja dengan kurs satu dolar sama dengan Rp 13000. Jadi pesawat carteran  Ketua DPD selama kunjungan kerja ke Jayapura dan Manado serta kembali lagi ke Jakarta, akan menghabiskan waktu sekitar 11 jam mencharter pesawat. Dan diperkirakan akan hanya menghambur-hamburkan anggaran pajak rakyat sebesar Rp. 715 juta” papar Uchok.

 

Menurut Uchok, sebagai pimpinan DPD dan wakil rakyat, dalam kunker, tidak seharusnya Irman menggunakan peswat sewaan yang berbiaya besar.  Menurut dia, di saat pemerintah sedang melakukan pemotongan anggaran untuk setiap kementerian atau lembaga Negara agar bisa dialihkan untuk kesejahteraan rakyat miskin, maka tindakan Ketua DPD itu sudah tidak wajar.

 

“Dari gambaran di atas, seharus seorang senator atau ketua DPD tidak layak naik pesawat carteran dalam kunjungan kerja, ditengah tengah APBN sedang dilanda krisis penerimaan,” kata dia.

 

CBA pun meminta DPD untuk mengevaluasi tindakan yang dilakukan Irman Gusman  itu. Irman pun disebutnya sudah tidak memiliki rasa keprihatinan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

 

“Kita minta kepada DPD, agar Ketua DPD ini dievaluasi. Sangat prihatin dan Ketua DPD tidak punya rasa malu, serta asyik-asyikan lagi naik pesawat carteran,” ujar Uchok.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*