Breaking News

Kasus SMS Ancaman, Kejaksaan Agung Terima Berkas Hary Tanoe

Berkas perkara CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo tersangka kasus dugaan mengancam Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto melalui pesan pendek (SMS) telah dilimpahkan penyidik Mabes Polri ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (10/07/2017).

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Noor Rachmad membenarkan pelimpahan berkas tersebut.

Saat ini, katanya, jaksa peneliti yang menangani perkara tersebut masih meneliti berkas perkara HT terkait kelengkapan formil maupun materil.

“Sedang dilakukan diteliti untuk ditentukan apakah masih butuh petunjuk P19 atau P21,” kata Noor di kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (14/07/2017).

Hary Tanoe menjadi tersangka karena SMS yang dikirim ke jaksa Yulianto disangkakan mengandung unsur ancaman.

Polisi menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11 tahun2008 dengan ancaman pidana penjara 4 tahun.

Kasus ini berawal dari laporan jaksa Yulianto yang melaporkan Hary Tanoe ke Mabes Polri pada Kamis (28/1/2017). Dalam surat laporan, Yulianto, nama Hary Tanoe tertulis sebagai terlapor. Atas penetapan status tersangka ini, Hary Tanoe mengajukan gugatan praperadilan.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*