Breaking News

Kasus Saracen, Kejaksaan Agung Terima Pelimpahan Tahap Dua Dari Bareskrim Polri

Kejaksaan Agung menyatakan pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua, yakni barang bukti dan tersangka sindikat penyebar berita bohong dan isu SARA atau Saracen dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

“Saya dengar informasi terakhir hari ini tadi tersangka dan barang buktinya diserahkan kepada penuntut umum di Kejaksaan Negeri Cianjur,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo seusai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kejaksaan RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (28/09/2017).

Selanjutnya, kata Prasetyo, Jaksa Penuntut Umum akan mempelajari dan menyiapkan surat dakwaan dan secepatnya akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan agar mendapat keputusan.

Menurut Prasetyo, pihaknya sangat memberikan perhatian serius terhadap penanganan perkara tersebut.

“Karena betapa bahayanya akibat dari penyebaran hoaks yang disebarkan dalam bentuk ujaran kebencian,” ujarnya.

Diketahui, satu seorang tersangka yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan itu atas nama tersangka Dewi Rahayu. “Baru satu tersangka, yang lainnya belum,” katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menyatakan berkas tersangka kasus penghina Presiden Joko Widodo di jejaring sosial Facebook, Sri Rahayu Ningsih telah lengkap.

“Infonya demikian,” kata Kepala Unit V Subdit Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, AKBP Purnomo di Mabes Polri di Jakarta.

Menurut dia, pihaknya akan segera menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada Kejaksaan Agung atau pelimpahan tahap dua. Selanjutnya tersangka Sri akan menjalani sidang perdananya.

“Nanti kami segera limpahkan ke kejaksaan untuk tahap dua, untuk sesegera mungkin disidangkan,” ujarnya.

Sri Rahayu Ningsih menjadi tersangka dalam dua kasus, yakni tersangka atas kasus penghina Presiden Joko Widodo di jejaring sosial Facebook dan kasus pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook atau Saracen.

Sri ditangkap oleh Satgas Siber Bareskrim Polri di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017.

Sementara dalam kasus Saracen, selain Sri, polisi telah menangkap tiga tersangka lainnya, yaitu Jasriadi (Jas), Muhammad Faizal Tonong (MFT) dan Muhammad Abdullah Harsono (MAH). Ketiga orang tersebut adalah pengelola Saracen.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom.

Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*