Breaking News

Kasus ‘Sajak Nista’ Sukmawati; MUI: Dia Sudah Minta Maaf, MUI Tidak Akan Keluarkan Fatwa

Kasus ‘Sajak Nista’ Sukmawati; MUI: Dia Sudah Minta Maaf, MUI Tidak Akan Keluarkan Fatwa.

Umat Islam Indonesia sudah memafkan Sukmawati Soekarnoputri. Laporan terkait penistaan agama Islam lewat sajak puisi Sukmawati pun sudah tak dipersoalkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Namun, dikarenakan laporan sudah sempat masuk ke Kepolisian sebelum permintaan maaf dilakukan Sukmawati, maka proses hukum itu diserahkan kepada Kepolisian.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) KH Tengku Zulkarnain mengatakan, persoalan yang dialami Sukmawati Soekarnoputri berbeda dengan yang dilakukan Ahok.

“Dia sudah minta maaf, dan kita memaafkan. Di dalam Islam, kalau orang datang meminta maaf ya dimaafkan. Sukmawati sudah kita maafkan.

Berbeda dengan Ahok loh, dia tidak minta maaf malah maafnya terkait pembenaran ucapannya, bukan minta maaf kepada Umat Islam yang tersakiti. Itu berbeda loh,” tutur KH Tengku Zulkarnain usai memberikan ceramah/khotbah Jumat, di Mesjid Mabes Polri, Jalan Trunojaya, Jakarta Selatan, Jumat (13/04/2018).

Jadi, lanjut dia, ketika Sukmawati datang dan bertemu Ketua MUI Maaruf Amin dan meminta maaf, maka permintaan maaf itu diterima. Umat Islam pun menerima permintaan maaf putri Bung Karno itu.

“Jadi ya MUI tidak akan keluarkan Fatwa untuk ini. Karena dia sudah meminta maaf. Beda sama Ahok yang lalu itu kan,” ujarnya.

Zulkarnaen juga menyayangkan, permintaan maaf yang dilakukan Sukmawati terlanjur lama, setelah Umat Islam melaporkannya ke Kepolisian.

“Cuma minta maafnya terlambat, sudah sempat dilaporkan baru minta maaf. Dan laporan itu ya enggak boleh ditarik loh. Di dalam Islam itu tidak boleh ditarik, wibawah hukum akan hancur kalau ditarik. Ya kita serahkan kepada kepolisian dan aparat penegak hukum untuk laporan itu,” tuturnya.

Dia pun menyampaikan, jika ada pihak-pihak yang mendesak penegakan hukum, maka kepolisian sebaiknya merespon dengan baik.

“Soalnya, kita tak bisa menghalangi orang untuk menyuarakan penegakan hukum. Dan kalau pun ada masyarakat yang melaporkan ya silakan saja. Kan kita tidak bisa halangi orang mencari keadilan dan menegakkan hukum,” ujarnya.

Namun, jika memang Kepolisian sudah menanganinya, Zulkarnaen menegaskan bahwa tidak akan ada demo-demo untuk meributi laporan itu lagi.

“Ini delik hukum, jadi ya kita serahkan ke kepolisian. Di dalam hukum Islam, kalau sudah dilaporkan secara hukum ya harus diproses secara hukum,” ujarnya.

Dia pun mencontohkan ketika ada perumpamaan Putri Nabi Muhammad SAW dituduh mencuri, maka jika terbukti melakukan pencurian, maka Nabi Muhammad SAW sendiri berjanji akan memotong tangan putrinya itu.

“Kalau sudah ditangani secara hukum oleh Polisi, ya pasti tidak akan ada demo. Saya yakin tidak akandemo kalau sudah ditangani,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*