Breaking News

Kasus Pembobolan Deposito Senilai Rp 27 Miliar, Jaksa Terima Pelimpahan Tiga Tersangka

Kasus Pembobolan Deposito Senilai Rp 27 Miliar, Jaksa Terima Pelimpahan Tiga Tersangka.

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menerima tahap II berkas berikut tersangka mantan Direktur Utama PT Yulie Sekuritas Indonesia (Yule) Luciana, mantan Pemegang Saham Pengendali PT Yule Jonathan Yuwono dan Johnlin Yuwono mantan Komisaris PT Yule terkait kasus dugaan korupsi pembobolan Deposito Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang merugikan keuangan Negara sekitar Rp 27 miliar dari penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Penyerahan tahap II tersebut dilakukan setelah sebelumnya berkas dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Iya benar kita (Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan) telah menerima pelimpahan berkas atas nama tiga orang tersangka PT Yulie Sekuritas Indonesi dari penyidik Bareskrim Mabes Polri,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Mukri kepada wartawan, Selasa (12/02/2019).

Setelah penyerahan tahap II oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersangka  mantan Direktur Utama PT Yule Luciana  dan mantan Pemegang Saham Pengendali PT Yule Jonathan Yuwono langsung dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya.

Sementara untuk tersangka Johnlin Yuwono mantan Komisaris PT Yule dilakukan penahanan Kota Jakarta dengan pertimbangan tersangka sudah berusia 71 tahun dan mengidap penyakit jantung. Ketiga tersangka ditahan selama dua puluh hari kedepan sejak 7 Februari 2019.

“Setelah JPU melakukan penelitian terhadap syarat formil dan materil, ketiganya langsung ditahan,” ujarnya.

Terkait alasan penahanan ketiga tersangka tersebut, Mukri menjelaskan berdasarkan mempertimbangkan syarat obyektif dan subyektif penahanan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (1), (4) KUHAP, diantaranya tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 (lima) tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Atas perbuatannya para tersangka disangkakan melanggar Pasal 104 jo. Pasal 90 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal atau Pasal 107 juncto UU Pasal 90 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kasus tersebut merupakan tindak lanjut pelaporan investor publik (pemegang saham baru PT Yule) kepada Bareskrim Polri tanggal 9 Maret 2018. Pelaporan dilakukan setelah ditemukan bukti kuat pencairan 2 (dua) Deposito MKBD Yule di Bank Mandiri Bogor sebesar Rp 12.311.000.000,- dan US$ 1.080.000 atau setara dengan Rp 27 miliar pada 21 Februari 2018, untuk pelunasan utang PT Jeje Yutrindo Utama (Jeje) cq mantan pemegang saham pengendali PT Yule.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*