Breaking News

Kasus Korupsi PT PANN, Kejagung Tahan Dua Orang Tersangka

Korupsi Pembangunan Bandara di Maluku, Kejagung Periksa Kasi Ditjen Perhubungan.

Kejaksaan Agung (Kejagung) tahan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan, pengalihan hutang, dan pengoperasian serta pemberi dana talangan oleh PT Pengembangan Armada Niaga Nasional atau PT PANN (Persero) kepada PT Meranti Maritime.‎

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M. Rum mengatakan, penahan tersebut dilakukan karena dikhawatirkan para tersangka melarikan diri, mempengaruhi saksi-saksi, merusak atau menghilangkan barang bukti sehingga dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan atau menghambat penyelesaian penyidikan perkara.

“Dua orang tersangka itu ditahan di rumah tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 13 Maret 2017 sampai dengan 1 April 2017,” ujar M. Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (13/03/2017).

M. Rum menyebutkan, dua orang tersangka yang ditahan yaitu, mantan Kepala Divisi Usaha PT PANN (Persero) atau mantan Kepala Divisi Treasury PT PANN (Persero) atau mantan Kepala Ship Management PT PANN (Persero) berinisial “LW” dan Direktur Utama PT Meranti Maritime berinisial “HD”.‎

“Dua orang itu ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan, yaitu nomor: Print-14/F.2/Fd.1/03/2017 tanggal 13 Maret 2017 atas nama tersangka “LW” dan nomor: Print-15/F.2/Fd.1/03/2017 tanggal 13 Maret 2017 atas nama tersangka “HD”,” ucap mantan Wakil Kepala Kejati DKI itu.

Terkait kasus dugaan korupsi tersebut negara mengalami kerugian sebesar 27 juta dolar Amerika. “Kerugian itu berdasarkan hasil audit BPKP,” jelas M. Rum.

M. Rum menambahkan, Tim Penyidik Pidana Khusus telah memeriksa 28 (dua puluh delapan) orang saksi terkait kasus korupsi tersebut.‎ “Kasus masih terus berlanjut,” ujarnya.‎(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*