Breaking News

Kasus Korupsi Penyalahgunaan Investasi di Negeri Kanguru, Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan Digarap Jaksa

Kasus Korupsi Penyalahgunaan Investasi di Negeri Kanguru, Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan Digarap Jaksa.

Kejaksaan Agung memanggil dan memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Karen Agustiawan. Pemeriksaan ini  terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

 

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Arminsyah mengatakan Karen diperiksa oleh penyidik sebagai saksi dalam proyek yang berkisar 560 miliar rupiah.

 

“Diperiksa statusnya masih sebagai saksi,” kata Arminsyah di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (30/03/2017).

 

Arminsyah menyampaikan, saat pemeriksaan Karen menerangkan mengenai prosedur investasi dan pengambilan keputusan di Blok Basker Manta Gummy.

 

“Dalam kasus ini, penyidik masih memeriksa satu orang saksi,” ujarnya.

 

Kasus tersebut berawal saat PT Pertamina pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 persen terhadap ROC Oil Ltd.

 

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau senilai 568 miliar rupiah dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

 

Namun ternyata BMG Australia pada 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

 

Pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*