Breaking News

Kasus Dapen Pupuk Kaltim Rugikan Negara Rp175 Miliar, Kejagung Tahan Komisaris PT SMS

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan Komisaris PT Strategi Management Service (SMS) berinisial DB, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim 2011-2016 yang diduga merugikan Negara sebesar Rp175 miliar.

“Yang bersangkutan ditahan 20 hari kedepan di Rutan Salemba Cabang Kejagung,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri di Jakarta, Selasa (04/12/2018).

Mukri menjelaskan DB ditahan dengan alasan dikuatirkan akan mengulangi tindak pidana, mempengaruhi saksi dan merusak barang bukti yang dapat menghambat proses penyidikan. “Tersangka hugs dikuatirkan akan melarikan diri,” ujarnya.

Sementara itu, dari pantauan Di Gedung Bundar, tersangka usai menjalani pemeriksaan keluar dari ruang pemeriksaan langsung menggunakan rompi tahanan Kejaksaan berwarna merah muda.

Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari mulutnya. Dia bergegas menuju mobil tahanan yang telah menunggunya di lobby Gedung Bundar Kejagung.

Sebelumnya, penyidik telah menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim 2011-2016. Penahanan dilakukan setelah para tersangka menjalani pemeriksaan.

Lima orang tersangka yang ditahan diantaranya, Direktur Utama (Dirut) Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim, Ezrina Aziz, Direktur Investasi Dapen PT Pupuk Kaltim berinisial ZB, Dirut PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) atau Komisaris PT Anugrah Prataman Internasional (API), ACK, Direktur PT Bukit Inn Resort (IBR), IBS dan DL Dirut PT API atau Komisaris PT DAJK.

Dalam kasus ini, penyidik pidana menetapkan delapan orang tersangka. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik) Warih Sadono mengatakan penetapan tersangka berdasarkan bukti-bukti kuat keterlibatan para tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu, kata Warih, penetapan tersangka juga dari berbagai hasil pemeriksaan saksi–saksi.

Kasus ini berawal, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT Anugerah Pratama Internasional (PT API) dan PT Strategis Management (PT. SMS) telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT DAJK) dan PT Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement (repo) dimana pembelian repo bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun.

Bahwa akibat dari transaksi repo, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp229.883.141.293 yang tidak bisa dikembalikan oleh PT Anugerah Pratama Internasional dan PT Strategis Management.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*