Breaking News

Kasus Baru, Bongkar Korupsi Pemberian Kredit Rp 1,4 Triliun ke PT Tirta Amarta Bottling Company, Penyidik Kejagung Periksa Eks Pegawai Bank Mandiri

Kasus Baru, Bongkar Korupsi Pemberian Kredit Rp 1,4 Triliun ke PT Tirta Amarta Bottling Company, Penyidik Kejagung Periksa Eks Pegawai Bank Mandiri.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) periksa dua orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit PT. Bank Mandiri (persero), Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung Kepada PT. Tirta Amarta Bottling Company yang merugikan keuangan negara sebesar 1.478.077.609.322 rupiah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum mengatakan, dua orang saksi tersebut, yakni Teguh yang bekerja sebagai Risk Manager pada PT. Bank Mandiri (persero), Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung tahun 2015 dan Judo Triatmojo, Pegawai PT. Bank Mandiri (persero), Tbk Bagian Special Aset Management (SAM) periode tahun 2016-2017.

“Kedua orang sakit itu hadir sekitar pukul 09.00 WIB untuk memenuhi panggilan penyidik dan dilakukan pemeriksaan,” ujar Rum di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (02/10/2017).

Rum menjelaskan, saat pemeriksaan, Teguh menerangkan mengenai nota analisa persetujuan kredit dan perjanjian kredit tahun 2015. Sementara Judo Triatmojo menerangkan mengenai pelimpahan penanganan kredit macet PT. Tirta Amarta Bottling Company dari PT. Bank Mandiri (persero), Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung kapada Special Aset Management (SAM).

“Untuk kasus ini, penyidik telah memeriksa 7 (tujuh) orang saksi,” ujarnya.

Perlu diketahui, kasus ini bermula ketika Direktur PT. Tirta Amarta Bottling Company pada tanggal 15 Juni 2015 berdasarkan Surat Nomor: 08/TABco/VI/2015, mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada PT. Bank Mandiri (persero), Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung yang berupa, perpanjangan seluruh fasilitas kredit modal kerja (KMK-1, KMK-2, KMK-3, dan KMK-4) dengan total sebesar 880.600.000.000 rupiah, perpanjangan dan tambahan plafond LC sebesar 40.000.000.000 rupiah sehingga, total plafond LC menjadi 50.000.000.000 rupiah dan fasilitas KI baru (KI-5) sebesar 250.000.000.000 rupiah selama 72 bulan.

Bahwa dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit terdapat data aset PT. Tirta Amarta Bottling Company yang tidak benar dengan cara dibesarkan dari aset yang senyatanya, sehingga berdasarkan Nota Analisa Pemutus Kredit Nomor: CMG.BD1/0110/2015 tanggal 30 Juni 2015 seolah-olah kondisi keuangan debitur menunjukkan perkembangan sehingga, akhirnya bisa memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit di tahun 2015 sejumlah 1.170.000.000.000 rupiah.

Selain itu, debitur PT. Tirta Amarta Bottling Company juga telah menggunakan uang fasilitas kredit antara lain sebesar 73.000.000.000 rupiah yang semestinya hanya diperkenankan untuk kepentingan Kredit Investasi (KI) dan Kredit Modal Kerja (KMK), tetapi dipergunakan untuk keperluan yang dilarang dalam Perjanjian Kredit.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*