Breaking News

Jokowi Didesak Segera Rombak Tim Ekonomi

Jokowi Didesak Segera Rombak Tim Ekonomi.

Presiden Jokowi didesak segera melakukan reshufle terhadap Tim Ekonomi. Tim Ekonomi Istana yang ada saat ini dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan perekonomian yang kian pelik.

 

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara menyampaikan, Tim Ekonominya Jokowi perlu segera dievaluasi.

 

Menurut dia, dalam agenda perombakan kabinet, Presiden Jokowi diminta memprihatikan tim ekonomi di lingkaran Istana.

 

“Sebab, kinerja mereka selama ini dinilai kurang memuaskan. Tim ekonomi yang perlu dievaluasi antara lain adalah Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Perekonomian dan Menteri Keuangan. Indef menilai kinerja para menteri di sejumlah bidang tersebut kurang memuaskan,” tutur Bhima Yudhistira, saat menjadi pembicara dalam Diskusi yang digelar Perhimpunan Rakyat Madani (Prima), dengan tema Peluang Reshufle di Ujung Pemerintahan, di Warung Komando, Saharjo, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2017).

 

Untuk bidang perekonomian, lanjut Bhima, mereka telah mengeluarkan enam belas paket kebijakan, namun tak memberikan dampak kepada masyarakat. Misal saja, pengangguran semakin meningkat karena serapan tenaga kerja kurang maksimal.

 

“Kita sudah punya 16 paket kebijakan dampaknya sama sekali enggak terasa, industri sekarang malah mengalami deindustrialisasi,” ujarnya.

 

Intinya, kata dia, ada ketidakpuasan di kalangan pengusaha, konsumen, masyarakat dan kelas menengah.

 

“Mereka merasakan tekanan yang begitu hebat. Karena selama ini, perekonomian terlihat lesu,” ujarnya.

 

Kemudian, kata Bhima, catatan terhadap Kementerian Keuangan, dulu harapan masayarakat masuknya Sri Mulyani kedalam jajaran kabinet kerja Jokowi -JK ialah agar mampu membalikkan target priorotas dari menkeu sebelumnya.

 

“Dimana sebelumnya menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,6 persen, namun yang terealisasi pertumbuhan ekonomi sekitar 4,8 persen. Sementara, Sri Mulyani menargetkan dibawah itu,” ujarnya.

 

Sekarang, saat Pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi pada tingkat 5,2 dan 5,3 persen, Sri Mulyani sampai menjelang akhir tahun ini tak sampai menyentuh 5,1 persen. Implikasinya anggaran dan defisit menurun. “Hutang luar negeri semakin meningkat,” ujar Bhima.

 

Di tempat yang sama, Staf Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Rawanda Wandy Tuturoong  menyampaikan, peluang dilakukannya reshufle masih terbuka.

 

“Kemungkinan besar akan terjadi (reshuffle). Bicara reshuffle kita sama-sama tahu dengan hampir pastinya Ibu Khofifah mau maju di Pilgub tentu saja akan meninggalkan kursi yang kosong,” ujar Rawanda.

 

Dia mengatakan, KSP sedang melakukan penggodokan terkait reshufle itu. “Nanti staf kepresidenan pasti akan menggodok orang yang dinilai pantas. Tapi keputusan tetap di tangan presiden,” ujarnya.

 

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menuturkan, biasanya dalam reshuffle tidak hanya mengganti satu menteri.

 

“Dengan mundurnya Khofifah sangat terbuka kemungkinan akan me-reshuffle menteri-menteri lainnya,” ujar Adhie.

 

Mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu mengatakan, meski sisa waktu pemerintahan Jokowi kian sempit, dan belum ada prestasi yang membanggakan, diharapkan ada perubahan yang baik yang ditinggalkan Kabinet Kerja nantinya.

 

“Bagaikan pertandingan sepak bola, sekarang waktu tersisa hanya 20 menit, tapi kabinet Jokowi belum juga mampu memciptakan gol. Oleh karena itu agar target Nawacita tercapai Jokowi harus mengganti pemain-pemainnya terutama menteri-menteri yang tidak pro rakyat,” ujarnya.

 

Juru Bicara Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menyampaikan, dari reaksi yang ditunjukkan oleh Jokowi, sudah ada beberap tawaran yang disampaikan kepada Partai Berlambang Mercy itu.

 

“Demokrat itu sudah tiga kali ditawari menteri, khususnya Pak AHY,” ujar Ferdinand.

 

Namun, menurut Ferdinand, Partai Demokrat tetap memilih berada di luar kabinet dan menolak tawaran tersebut. Apalagi, putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sedang fokus untuk safari politik ke pelosok Tanah Air.

 

“Kami tetap berada di tengah. AHY ingin mengenal Indonesia lebih luas kami berencana menjadikan dia pemimpin di pemilu mendatang entah 2019 atau pun 2024,” ujarnya.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*