Breaking News

Jelang Pertemuan Internasional di Bali, DPR Diingatkan Perannya Masih Kurang Dalam Pencapaian Target SDGs

Jelang Pertemuan Internasional di Bali, DPR Diingatkan Perannya Masih Kurang Dalam Pencapaian Target SDGs.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Sustainable Development Goals (SDGs) menyambut baik diselenggarakannya World Parliamentary Forum on Sustainable Development yang berlangsung di Nusa Dua Bali pada 6-7 September 2017. Pertemuan yang secara khusus membahas tentang Sustainable Development Goals (SDGs) ini, merupakan inisiatif dari Parlemen Indonesia dan merupakan pertemuan pertama yang diselenggarakan dengan melibatkan anggota parlemen dari berbagai benua.

Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Sugeng Bahagijo, mengatakan dengan kewenangan yang dimilikinya, parlemen di Indonesia dan negara-negara lain memiliki peran kunci dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs.

Dia menjelaskan, terdapat dua ukuran untuk menilai peran parlemen yang efektif, pertama, mengatasi defisit pendanaan. Kedua, mengatasi defisit kualitas pemerintah (quality of government), yaitu pemerintah yang non-diskriminatif yang melindungi semua, termasuk kelompok minoritas dan kelompok rentan.

“Kapasitas pemerintah yang imparsial dan efektif sangat  diperlukan untuk mendeliver Tujuan dan Target SDGs,” katanya dalam siaran persnya, Jumat (08/09/2017).

Sebagaimana diketahui tiap tahun untuk mencapai SDGs dibutuhkan total dana 7-8 triliun dolar amerika, sementara dana publik (pemerintah) diperkirakan hanya sebesar 1 triliun dolar amerika. Juga diketahui bahwa negara-negara berkembang dan miskin memiliki kapasitas dan kualitas yang rendah,termasuk tindakan-tindakan diskriminatif dan intoleran terhadap kelompok minoritas.

Senior Program Officer SDGs INFID, Hamong Santono mengusulkan, dua langkah kepada parlemen Indonesia terkait pencapaian SDGs. Pertama, parlemen Indonesia bersama pemerintah untuk menghitung pendanaan untuk mencapai sebagaian atau seluruh target SDGs 13 tahun ke depan hingga 2030.

“Kedua, mempercepat penyusunan rencana aksi dan peta jalan SDGs untuk Indonesia, khususnya prioritas untuk terorisme, konflik dan pemerintahan yang terbuka, sesuai Tujuan 16 SDGs,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Institute KAPAL Perempuan, Misiyah, mengatakan isu gender menjadi isu bersama berbagai negara diantara isu-isu penting lainnya yaitu perdamaian, penghapusan kemiskinan dan lingkungan hidup.

“Disinilah menuntut parlemen untuk bersungguh-sungguh memastikan kebijakan-kebijakan dan penganggaran yang mengarusutamakan gender di semua tujuan SDGs, inklusif dan memberikan afirmasi  untuk memastikan tidak seorangpun tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan,” katanya.

Pertemuan World Parliamentary Forum on Sustainable Development Goals (SDGs) diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 6 – 7 September 2017. Acara yang mengangkat tema Achieving the 2030 Agenda through Inclusive Development ini menjadi forum pertama yang membahas mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tingkat dunia.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, forum antarparlemen ini menjadi penting terhadap pencapaian agenda 2030.

“Sebagai bagian dari parlemen, peran kita sangat penting terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Parlemen melalui fungsi legislatifnya bisa memberikan dukungan berupa regulasi yang berkaitan dengan SDGs, ” ujarnya.

Menurut Nurhayati, dari fungsi anggaran, parlemen berperan dalam menganggarkan dan memastikan berjalannya implementasi SDGs. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anggota parlemen untuk saling berbagi pengalaman dan praktek terbaik dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) guna mencapai target tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030 tanpa ada seorangpun yang tertinggal (leave no one behind).

“Serangkaian diskusi bilateral dan forum antarparlemen (European Union dan AIPA) akan digelar. Karena itu, saya harap semua delegasi terbuka menyampaikan ide atau gagasannya dalam setiap sesi sehingga forum ini dapat menghasilkan ouput serta memperkuat hubungan kerjasama antarparlemen terhadap SDGs,” katanya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*