Breaking News

Jelang Mukernas, Alumni KAMMI Promosikan Fahri Hamzah Sebagai Capres 2019

Jelang Mukernas, Alumni KAMMI Promosikan Fahri Hamzah Sebagai Capres 2019.

Menjelang Musyawarah Kerja Nasional Keluarga Alumni  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Mukernas KA-KAMMI), organisasi ini ingin melejitkan sosok Fahri Hamzah untuk agar leading dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Organisasi Alumni Kelompok Cipayung lainnya.

 

Direktur The Future Institute Abdullah Amas menyampaikan, dalam Mukernas KA-KAMMI yang akan digelar 3-4 Februari 2018, ada catatan penting bagi organisasi itu yang mengusung tema Pemimpin Baru, Indonesia Baru, Arah Baru Indonesia (ABI) 2019.

 

“KA-KAMMI sangat dinamis dan akan mampu mengalahkan KAHMI dan Organisasi Alumni Cipayung lainnya,” tutur Abdullah Amas, dalam siaran persnya, Rabu (31/01/2018).

 

Pria yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menyampaikan, KA-KAMMI berhasil melahirkan figur baru pemimpin baru republik Indonesia yaitu Fahri Hamzah.

 

“Di saat organisasi lain tidak dimiliki oleh jabatan publik atau ada yang masih jadi pejabat tapi tak vokal, KA-KAMMI memiliki cerita sendiri tentang dipimpin figur kuat, punya jabatan publik yaitu wakil ketua DPR-RI yang disandang Presiden KA-KAMMI Fahri Hamzah, bukan hanya menjabat tapi juga vokal, kita bisa perbandingkan dengan organisasi alumni Kelompok Cipayung lainnya yang adem ayem saja,” tutur Abdullah Amas.

 

Mantan Wakil Sekjen PBHMI ini mengatakan, KA-KAMMI tidak hanya memiliki soliditas internal yang kuat, tapi juga membuat gerakan eksternal yang disambut gerakan eksternal lain diluar KAMMI dan alumni KAMMI yaitu kegiatan “Pawai Kebangsaan” yang diikuti relawan kebangsaan lintas warna di bawah pimpinan Fahri Hamzah.

 

“Yang melakukan Pawai Kebangsaan keliling Indonesia di mulai dari titik nol Aceh, Batam, Surabaya dan hampir seluruh provinsi di Indonesia, yang mana Fahri selaku wakil ketua DPR-RI cukup representatif menjadi Muadzin Pawai Persatuan seluruh gerakan kaum muda, umat dan rakyat yang sedang mencari figur baru pemimpin fresh menyambut momentum 212,” ujarnya.

 

Menurut dia, selama ini organisasi Alumni Kelompok Cipayung lain jarang greget soal kekompakan internal, apalagi mampu memunculkan satu nama Capres.

 

Sementara di KA-KAMMI, lanjut dia, nampak menguat nama Fahri Hamzah, walau juga Fahri dan internal KA-KAMMI banyak yang ujungnya juga ingin mengusung soko guru gerakan Tarbiyah sebagai cikal bakal KA-KAMMI yaitu mantan presiden PKS Anis Matta.

 

“Sementara, kita lihat KAHMI dari dulu pun tak solid bicara Anas Urbaningrum sebagai Capres, apalagi saat ini dipimpin yang tidak memiliki jabatan di eksekutif dan legislatif, macam mana mau bicara capres dari internal kader HMI atau KAHMI atau Keluarga Kelompok Cipayung lainnya pun, seperti PMII belum kedengaran sepakat untuk Cak Imin sebagai cawapres internal,” ujarnya.

 

Juga, lanjut dia, Organisasi Alumni Kelompok Cipayung seperti GMNI, mungkin akan mendorong sosok Gubernur Jawa Timur Soekarwo. “Atau Alumni IMM yang belum bisa menyebut nama capres ditengah banyaknya kader alumni IMM yang menjadi Sekjen Partai,” katanya.

 

Sejauh ini, lanjut Abdullah Amas, tidak absennya KA-KAMMI dalam situasi dalam dan luar negeri setiap saat, dimulai dari momentum 212, isu Palestina secara berkelanjutan, untuk memberi arah dan mengisi kekosongan narasi bagi masyarakat yang butuh peta jalan melihat masalah.

 

“Hal ini jugalah yang membuat dinamisasi gerakan KA-KAMMI terlihat lebih “garang” sebagai organisasi alumni KAMMI, walau KAMMI adalah organisasi mahasiswa yang paling junior lahir jauh dibandingkan saudara tua Kelompok Cipayung seperti HMI, PMII, GMKI, GMNI, PMKRI atau IMM  tentu juga tak lepas dari nakhoda KA-KAMMI yang fighter yaitu Fahri Hamzah,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*