Breaking News

Jangankan Masyarakat Umum, Staf Utama Kantor Kepresidenan Pun Tidak Tahu Proses Pembentukan Badan Otorita Danau Toba. Aneh ya !

Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI M Riza Damanik: Pembentukan Badan Otorita seperti itu tidak transparan dan tidak baik.

Terbentuknya Badan Otorita Danau Toba (BODT) atau yang dikenal juga dengan nama Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) masih menyisakan polemik yang harus dijawab oleh pemerintah.

 

Soalnya, sejak awal, Pemerintahan Jokowi berjanji akan melibatkan masyarakat di Kawasan Danau Toba (KDT) secara langsung dalam proses pembangunan dan pembentukan Badan Otorita itu agar sesuai dengan kebutuhan dan keperluan masyarakat di Kawasan itu.

 

Namun sayangnya, dari struktur personalia Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang dilantik Menteri Pariwisata RI  pada hari Rabu, 30 November 2016 di Kantor Kementerian Pariwisata RI, tidak mencerminkan partisipasi dan ruang masyarakat Danau Toba untuk mengurusi Tanah Leluhurnya sendiri.

 

Bukan hanya Masyarakat Kawasan Danau Toba (KDT) yang tidak dipedulikan dan tidak tahu mengenai proses pembentukan Badan Otorita itu, ternyata Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI M Riza Damanik pun tidak tahu bagaimana proses pembentukan Badan Otorita tersebut.

 

“Kaitan dengan BODT, saya tidak mencampuri dalamnya mereka. Tentu ada dinamika sebagai lembaga yang baru. Kita belum pernah berdiskusi dengan beliau (Arie Prasetyo sebagai Direktur Utama BOPKPDT-Red). Kita tidak pernah terlibat atau dilibatkan. Saya lihat dari beberapa pertemuan, Arie sepertinya think thank atau dipercaya untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Jadi kami tidak berniat bertemu dengan beliau,” tutur Riza Damanik saat didapuk menjadi Narasumber dalam Diskusi Kamisan, Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) di Jalan Mesjid Bendungan No.10-11, RT.001 RW.007, Cawang III, Jakarta Timur.

 

Dalam diskusi itu, pria kelahiran Tanjung Balai, Sumatera Utara, 17 Oktober 1980 yang kini juga masih menjadi Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) itu menjelaskan, seharusnya keterlibatan ril Masyarakat Kawasan Danau Toba dalam mengurusi Badan Otorita itu harus dilaksanakan.

 

Selain sudah merupakan komitmen Presiden Jokowi, partisipasi langsung masyarakat adalah wujud dari kedaulatan masyarakat untuk mengelola Tanah Leluhurnya sendiri.

 

Riza Damanik menyampaikan, untuk pembangunan Kawasan Danau Toba, unsur-unsur utama masyarakat seperti elemen Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Katolik yang dominan di sana harusnya ikut terlibat langsung.

 

“Rupanya mereka tidak dilibatkan juga ke sana. Dan ini berita tidak bagus. Secara gambling, kita ingin menyampaikan lembaga (BPODT)-ini dibentuk tidak transparan dan tidak baik,” ujar Riza Damanik.

 

Selain itu, Damanik mengusulkan, kaitan dengan pengelolaan dan pengembangan Kawasan Danau Toba,  keterlibatan dan partisipasi Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) pun sejak awal sudah melakukan hal-hal nyata.

 

“Karena YPDT sudah membuat studi, saya usul agar YPDT bisa mempresentasikan itu di Kantor KSP. Usulan saya adalah bahwa ada kritik adalah iya, itu tetap perlu disampaikan dengan tepat. Tetapi disaat lain adalah bisa menyampaikan secara imaginatif, dan imaginasinya itu apa? Karena kita akan ketemu kantor think thank-nya presiden. Sehingga kita bisa memberikan masukan juga,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Badan yang bertanggung jawab langsung kepada Jokowi, dibentuk untuk mempercepat pengembangan dan pembangunan kawasan tersebut.

 

Susunan organisasi Otorita Dana Toba, menurut Perpres ini terdiri atas: a. Dewan Pengarah; dan b. Badan Pelaksana.

 

Dewan pengarah memiliki sejumlah tugas seperti menetapkan kebijakan umum, memberikan arahan, melakukan pengendalian dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Danau Toba. Selain itu Dewan pengarah juga bertugas mensinkronkan kebijakan Kementerian/Lembaga dan Pemerintahan Daerah mengenai pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Danau Toba.

 

Dewan pengarah terdiri atas Ketua merangkap Anggota: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman; Ketua Pelaksana Harian merangkap Anggota: Menteri Pariwisata; Anggota: 1. Mendagri, 2. Menteri PPN/Kepala Bappenas, 3. Menteri Keuangan, 4. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 5. Menteri Agraria/Kepala BPN, 6.Menteri PUPR, 7. Menteri Perhubungan, 8 Menteri Kelautan dan Perikanan, 9. Menteri ESDM, 10. Menteri Ketenagakerjaan, 11. Menteri PANRB, 12. Kepala BKPM, 13. Sekretaris Kabinet, dan 14. Gubernur Sumatera Utara.

 

Sementara itu, untuk menjalankan operasional Badan Otorita sehari-hari, Jokowi menginstruksikan dibentuknya pengurus Badan Pelaksana paling lambat tiga bulan sejak Perpres diundangkan.

 

“Badan Pelaksana itu terdiri atas Kepala, Pejabat Keuangan, dan Pejabat Teknis, yang jumlah dan jenisnya ditetapkan oleh Menteri Pariwisata atas persetujuan Dewan Pengarah,” kata Jokowi dalam aturan tersebut, dikutip Jumat (24/6/2016).

 

Menurut Perpres ini, Badan Pelaksana wajib menyusun Rencana Induk Pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba untuk jangka waktu 25 tahun, yaitu tahun 2016-2041; dan Rencana Detail Pengembangan dan Pembangunan lima tahunan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

 

Rencana Induk dan Rencana Detail itu diusulkan Badan Pelaksana melalui Menteri Pariwisata kepada Dewan Pengarah paling lambat 3 (tiga) bulan sejak Badan Pelaksana terbentuk.

 

“Otorita Danau Toba melaksanakan tugas selama 25 tahun dan berakhir pada 31 Desember 2041, dan dapat diperpanjang,” bunyi Pasal 32, Perpres yang berlaku sejak 13 Juni lalu.

 

Pada Rabu, 30 November 2016, Menteri Pariwisata Arief Yahya melantik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, di  Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta.

 

Berikut personalia Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang dilantik Menteri Pariwisata RI  itu;

1.Arie Prasetyo (Direktur Utama)

2.Faisal (Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik)

3.M. Rommy Fauzi (Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan)

4.M. Tata. S. Ridwanullah (Direktur Destinasi Pariwisata)

5.Basar Simanjuntak (Direktur Pemasaran Pariwisata)

6.Nunur Rahadian (Kepala Devisi Keuangan pada Direktorat Keuangan Umum dan Komunikasi Publik)

7.Agus (Kepala Devisi Umum pada Direktorat Keuangan Umum dan Komunikasi Publik).

 

Saat ditanya mengenai sosok Ari Prasetyo yang dipilih sebagai Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Menpar Arief Yahya mengaku Ari adalah sosok yang tepat untuk bisa mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia.

 

“Kriteria dari kami jelas dia harus punya karakter, jujur, dan berintegritas. Beliau adalah masterplanner, di Singapore 6 tahun, 2 tahun di Hongkong. Beliau biasa membuat masterplan resort atau area wisata, lama tinggal di Medan juga, jadi tepat lah Pak Ari yang mimpin,” kata Arief Yahya kepada wartawan.

 

Arief menjelaskan 3 tugas utama untuk Badan Pelaksana Otorita Danau Toba. Tiga tugas itu adalah  membuat masterplan pariwisata untuk Danau Toba, kemudian membuat masterplan infrastruktur di seluruh kawasan sekitar Danau Toba (Sumut), dan terakhir membentuk KEK Pariwisata.

 

“Kita harus ada masterplan pariwisata, setelah itu itu masterplan infrastruktur, baru loan dari Worldbank bisa turun,” ujarnya.

 

Arief menilai dengan adanya Badan Pelaksana Otorita Danau Toba ini urusan manajemen dan perizinan akan makin mudah dan juga akan makin cepat.

 

“Seperti yang saya katakan, ‘Single Destinasion Single Management’. Saya targetkan masterplan Desember ini selesai, untuk keseluruhan 2017 selesai,” papar dia.

 

Arief menilai, Danau Toba harusnya jadi destinasi wisata terbaik di Dunia. Target Arief setelah penataan Danau Toba rampung semua, danau cantik di Sumatera Utara ini mampu menyedot hingga 1 juta wisman setiap tahunnya.

 

“Target kita per tahun satu juta wisman, kalau sekarang saya bulatkan saja 250 ribu orang. Naik 4 kali lipat, tapi nggak usah khawatir, Danau Toba itu danau terbesar di Asia, yang terbaik, saya yakin tercapai,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*