Breaking News

Jamwas Widyo Pramono: Ada Jaksa Masih Doyan Suap, Itu Namanya Bunuh Diri, Bersihkan!

Jamwas Widyo Pramono: Ada Jaksa Masih Doyan Suap, Itu Namanya Bunuh Diri, Bersihkan!

Informasi tentang adanya jaksa yang menerima suap dan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (30/03/2016) membuat Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM Was) Kejaksaan Agung Widyo Pramono berang.

Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) ini menyampaikan, jaksa-jaksa yang masih doyan suap dan melakukan pelanggaran hukum harus dibersihkan.

“Itu namanya bunuh diri. Biarin saja ditangkap. Kita sudah bilang jangan main-main kok masih saja ada jaksa yang begitu,” ujar Jamwas Widyo Pramono, ketika dihubungi, Kamis (31/03/2016).

Kabar tertangkapnya dua orang oleh Tim Satgas KPK, dan salah seorang yang tertangkap diduga adalah jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, masih simpang siur.

Siang hari, begitu ada informasi tentang penangkapan Jaksa oleh KPK, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) M Adi Toegarisman bersama Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjam Was) Jasman Panjaitan mendatangi KPK, tujuannya meminta keterangan dan kejelasan mengenai informasi dua orang jaksa yang kena OTT.

Jaksa Agung Muda Pengawas (JAM Was) Widyo Pramono yang sedang tugas luar, yakni melakukan pengawasan ke wilayah Kalimantan Timur mengaku geram jika benar ada jaksa yang melakukan suap menyuap atau tertangkap tangan oleh KPK itu.

“Jaksa seperti itu menantang mautnya sendiri,” ujar Widyo.

Meski begitu, Widyo berharap informasi tentang adanya jaksa yang terjaring OTT KPK tidak benar.

“Saya sedang tugas luar di Kalimantan Timur, tetapi kami sudah perintahkan Sesjamwas Pak Jasman Panjaitan ke KPK untuk mengecek kebenaran informasinya, dan sampai malam begini belum ada laporan konkrit. Disinyalir yang kena OTT itu orang luarnya, bukan jaksa. Tetapi kita masih menunggu informasi resminya. Sementara ini masih menantikan hasil pengumpulan informasi resminya,” terang dia.

Menanggapi masih banyak aparatur Adhiyaksa yang doyan suap dan pemerasan serta sogok menyogok, Jamwas Widyo Pramono menegaskan bahwa jaksa seperti itu harus dibersihkan dan tidak layak menjadi aparat penegak hukum di Kejaksaan.

“Kalau masih ada jaksa yang seperti itu, sama saja dia bunuh diri. Itu menantang maut namanya.  Yang seperti-seperti itu harus dibersihkan. Sudah sering dilakukan tindakan terhadap jaksa-jaksa seperti itu kok  masih ada saja yang terlibat begitu, ya biarkan saja diproses. Itu bunuh diri dianya. Sudah tahu resikonya apa masih saja melakukan, ya itu menantang maut namanya,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, sejumlah perangkat pengawasan dan pembinaan telah dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung, namun tetap saja ada jaksa nakal yang melakukan perilaku menyimpang dari tugas dan kewajibannya sebagai aparat penegak hukum.

Bahkan, sejumlah sanksi berat dan ringan pun sudah terlalu sering dijatuhkan kepada para jaksa yang melanggar, namun, menurut Widyo, ada saja jaksa yang masih nekad berbuat nakal.

“Untuk jaksa seperti itu, saya sendiri keliling dan selalu menegaskan dan mengawasi agar tidak terjangkiti penyakit seperti itu ke jaksa-jaksa lainnya. Agar jaksa-jaksa lainnya tidak tertulari. Termasuk yang saya lakukan di Kalimantan Timur saat ini, adalah untuk membersihkan jaksa-jaksa dari perilaku yang seperti itu. Yang begitu-begitu itu memang harus dibersihkan,” pungkasnya.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*