Breaking News

Jampidsus: Setya Novanto Menunggu Giliran Diperiksa

Pengusutan Kasus Permufakatan Jahat ‘Papa Minta Saham’ Di Kejaksaan Agung

Mantan Ketua DPR Setya Novanto Akan Diperiksa Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung Terkait Kasus Permufakatan Jahat 'Papa Minta Saham'

Bukan hanya Riza Chalid yang mangkir dari pemanggilan penyidik Kejaksaan Agung untuk dimintai keterangannya terkait pengusutan kasus Permufakatan Jahat yang dikenal dengan ‘Papa Minta Saham’, dalam pertemuan yang dilakukannya bersama eks Ketua DPR Setya Novanto bersama Petinggi PT Freeport Indonesia, beberapa waktu lalu.

Politisi Partai Golkar yang sempat duduk manis sebagai Ketua DPR Setya Novanto pun tidak memenuhi pemanggilan penyidik.

Tindakan yang dilakukan Setya Novanto ini, menurut Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, cukup memperlambat pengumpulan keterangan demi pengusutan kasus tersebut.

Jika tidak mau disebut menghalangi dan menghambat kinerja penyidik dalam menegakkan hukum, maka sebaiknya Setya Novanto segera memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangannya.

“Sudah dilayangkan surat pemanggilan pertama. Dia tidak hadir, tidak ada keterangan resmi yang sampai ke kami mengapa tak bisa hadir. Kami akan lakukan pemanggilan kedua terhadap Setya Novanto,” ujar Arminsyah di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan (Kamis, 14/01/2016).

Sama seperti Riza Chalid, status Setya Novanto masih sebatas saksi yang dimintai keterangannya. Namun, entah mengapa pria yang kini duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu tidak memenuhi panggilan penyidik. “Memang dia masih sebatas untuk dimintai keterangan. Kan dia yang turut dalam pertemuan sebagaimana dalam rekaman yang ada,” ujar Arminsyah.

Terkait adanya informasi atau publikasi yang dilakukan Kuasa Hukum Setya Novanto di sejumlah media massa atas ketidakhadirannya dalam pemanggilan penyidik, Arminsyah tidak menganggapnya sebagai jawaban resmi Setya Novanto terhadap pemanggilan penyidik.

“Kan penyidik melayangkan surat resmi pemanggilan. Nyatanya, tidak ada respon sama sekali atas surat itu. Entah alasan apa tidak hadir. Entah karena sakit-kah? Karena lagi kurang enak badan-kah? Atau alasan apa, kita tidak tahu. Itu kan yang ngomong kuasa hukumnya. Dan ngomong-nya pun di media. Kok secara resmi tidak ada pemberitahuan kepada kami. Surat kami tidak direspon. Kalau memang ada alasan ketidakhadiran, ya surat kami direspon dong secara resmi. Jangan bicara-bicara di media massa. Kami memanggil dengan surat resmi lho,” papar Arminsyah.

Lagi pula, lanjut dia, informasi yang disampaikan kuasa hukumnya Setya Novanto yang menyebut bahwa dia akan memenuhi pemanggilan penyidik setelah dirasa situasi aman, sangat janggal.

“Emangnya situasi apa yang membuat dia tidak aman untuk dimintai keterangan di Kejaksaan? Apanya yang tidak aman. Kami tidak faham istilah aman dan tak aman yang dimaksud itu. Aman-aman saja tuh di sini,” ujarnya.

Meski belum memenuhi panggilan penyidik, menurut Arminsyah, pihaknya belum akan melakukan upaya pemanggilan paksa terhadap Setya Novanto. “Ya batas pemanggilan dalam proses penyelidikan kan memang tidak ada. Tetapi kami akan bertindak, sampai kami yakin bahwa kami tidak akan bisa mendapat keterangan dari dia, nantinya ya kami akan bersikap, meneruskan data-data dan proses penyelidikan dan penyidikan yang ada pada kami. Tunggu saja kami bersikap,” ujarnya.

Apakah Setya Novanto akan ditetapkan sebagai tersangka? Menurut Jampidsus hal itu tidak tertutup kemungkinan, jika hasil penyelidikan memang mengarah kepada bukti-bukti dan fakta-fakta yang kuat.

“Itu tergantung hasil pengembangan dan penyelidikan berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti kuat. Jika memang data dan fakta serta bukti kuat, ya kenapa tidak. Tentu seseorang bisa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka toh. Jadi, ya tergantung proses penyelidikan, data, fakta dan bukti lho,” ujar Arminsyah.

Kasus ini pun masih dalam proses penyelidikan di Gedung Budar Kejaksaan Agung. Arminsyah menyampaikan, sejauh ini sudah puluhan saksi dan pakar yang dimintai pendapat dan keterangannya untuk mengusut kasus ini.

“Kami terus melakukan proses penyelidikan. Selain dia, ya selain mereka itu, kami juga memanggil dan meminta keterangan sejumlah ahli, seperti ahli tata Negara, ahli hukum acara dan ahli dalam beberapa bidang yang berkaitan dengan proses penyelidikan perkara ini,” ujarnya.

Bahkan, minggu depan, penyidik masih mau menambah meminta keterangan ahli lagi. “Sampai kini, penyidik sudah memeriksa 18 orang saksi dan 6 orang ahli untuk kasus ini. Dan, tentu kami juga akan terus berupaya memanggil, menghadirkan dan meminta keterangan dari Riza Chalid dan Setya Novanto juga,” pungkas Arminsyah.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*