Breaking News

Jaksanya Dikabarkan Ditangkap Saber Pungli, Jamintel Bantah dan Peringatkan Penyebar Informasi Bohong

Jaksanya Dikabarkan Ditangkap Saber Pungli, Jamintel Bantah dan Peringatkan Penyebar Informasi Bohong.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen di Kejaksaan Agung (Jamintel) Dr M Adi Toegarisman membantah beredarnya informasi miring mengenai tertangkapnya jaksa dari Satuan Tugas Tim Pengaman dan Pengawal Pemerintah dan Pembangunan (Satgas TP4) Kejaksaan Agung oleh petugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Informasi yang sempat beredar di beberapa media online itu ternyata salah tulis. Jamintel M Adi Toegarisman menyampaikan, informasi telah terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli terhadap jaksa yang bertugas di Satgas TP4, adalah tidak benar.

“Informasi adanya anggota Satgas TP4 yang kena OTT oleh Tim Saber Pungli karena menerima uang, adalah berita bohong . Itu berita tidak berdasar,” ujar Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Adi Toegarisman kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jumat (3/02/2017).

Dalam pemberitaan media online itu juga mengutip keterangan Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) R Widyo Pramono yang menyebutkan adanya suap 400 juta rupiah dari kesepakatan awal sebesar 4 miliar rupiah. Diberitakan dalam media online itu bahwa penangkapan Tim Satgas itu terjadi di lantai 4 Gedung Kejaksaan Agung.

Namun, Jamwas R Widyo Pramono juga membantah adanya kejadian itu. Bantahan itu disampaikan Jamwas R Widyo Pramono ketika Jamintel M Adi Toegarisman menghubungi via telepon yang diperdengarkan kepada sejumlah wartawan.

Adi menegaskan TP4 sendiri baru diresmikan pada awal Januari 2017 dan saat ini masih melakukan penataan kinerja alias belum melakukan operasional.

“Tim TP4 itu sampai sekarang masih 31 orang penuh,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Adi, informasi tersebut adalah tidak benar. Pihaknya, lanjut Adi, dalam peliputan dan pemberitaan juga mengacu pada Undang Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku di Indonesia, serta memberdayakan fungsi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung untuk menindaklanjutinya.

“Kami menjaga Satgas TP4 itu dengan baik. Janganlah sebar isu-isu bohong seperti itu,” katanya.

Dia membeberkan, keberadaan TP4 adalah untuk membantu pembangunan pemerintah. Karena itu, Adi juga meminta agar semua pihak mendukung kinerja Tim itu. “Jadi jangan sampai berita tidak benar itu akan membuat kerja TP4 tidak maksimal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu bidang kerja TP4 yang dilakukan yakni dengan keterlibatanTP4 memberikan bantuan hukum dalam proyek “Light Rail Train” (LRT) atau kereta api ringan.

Adi Toegarisman juga mengatakan, sebagai bagian dari pemerintah Korps Adhyaksa, pihaknya berkomitmen untuk membantu pembangunan proyek strategis.

“Harus dipahami, posisi Kejaksaan bukan hanya penindakan melainkan bagian pemerintah yang secara tegas membantu pelaksanaan proyek strategis nasional. Bukan hanya mengintip yang salah, tapi juga mengamankan supaya tidak terjadi tindak pidana,” pungkasnya.

TP4 dibentuk dengan semangat Nawa Cita dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang dilakukan untuk melindungi segenap bangsa serta memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. TP4 juga hendak melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*