Breaking News

Jaksa Terima SPDP Kasus Pembunuhan Dokter Letty, Tersangka Helmi Terancam Hukuman Mati

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama tersangka Ryan Helmi alias Helmi dari Polda Metro Jaya dengan Nomor: B/18810/XI/2017/Datro.

 

“Jadi, SPDP tersangka Helmi sudah kita terima tanggal 16 November 2017 dari Polda Metro Jaya,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

 

Nirwan mengatakan, SPDP tersebut terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan berencana dengan korban dokter Letty Sultri yang terjadi pada hari Kamis, 9 November 3017 di Klinik Utama Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur.

 

“Yang bersangkutan disangkakan Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati,” ujarnya.

 

Untuk selanjutnya, kata Nirwan, sesuai arahan Kepala Kejati DKI Jakarta, akan menunjuk jaksa wanita sebagai jaksa peneliti untuk mengikuti dan memantau perkembangan penyidikan.

 

“Jadi, untuk kasus ini akan ditunjuk jaksa wanita,” kata Nirwan.

 

Sebelumnya, Helmi yang berprofesi sebagai dokter itu tega menembak dokter Letty Sultri yang juga merupakan istrinya dengan enam kali tembakan.

 

Adapun senjata api yang digunakan Helmi untuk menembak istrinya, yakni jenis revolver. Insiden ini terjadi lantaran korban menolak untuk diajak berbicara empat mata oleh Helmi.

 

Saat ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Helmi sebagai tersangka dan melakukan penahanan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

 

“Sudah (tersangka) dan ditahan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*