Breaking News

Jaksa Belum Terima Berkas Tersangka Kasus Kopi Sianida

Polisi Masih Konseling Dengan Kejati DKI Jakarta

Kajati DKI Jakarta Belum Terima Berkas Tersangka Kasus Kopi Sianida

Kejaksaan belum menerima berkas tersangka pembunuhan Kopi Sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin alias Mirna.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang menyampaikan, pihaknya masih dalam tahap berdiskusi dengan penyidik Kepolisian terkait bukti dan penetapan tersangka.

Sudung menjelaskan, dalam Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) belum ada tertulis nama yang harus bertanggung jawab atas kematian Wayan Mirna Salihin.

“Saya sudah cek di SPDP belum ada nama tersangkanya. Kalau bukti (sudah) kuat, bisa ditetapkan tersangka,” kata Sudung, di Kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengaku  telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan menyampaikan bahwa polisi sudah membeberkan beberapa alat bukti yang sudah ditemukan penyidik kepada jaksa penuntut, namun semua bukti itu belum menetapkan tersangka.

“Ini diskusi, diskusi sampai di mana pokok masalah, alat buktinya apa saja,” ujar Sudung.

Selain itu, Sudung mengatakan, posisi Jaksa Penuntut Umum bagi Kepolisian saat ini sebagai konselor. Kejaksaan nantinya akan membicarakan alat bukti yang saat ini dimiliki kepolisian untuk menjerat pelakunya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka kasus kopi ’sianida’ yang diteguk Wayan Mirna Salihin. Penyidik meyakini hal tersebut berdasarkan beberapa alat bukti yang menemukan titik terang untuk menentukan siapa pelaku penabur sianida kedalam kopi itu.

Rabu, 6 Januari 2016, Mirna meninggal setelah meneguk kopi yang bercampur sianida  di kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Polisipun langsung melakukan penyelidikan kasus ini dan menguji sisa kopi yang diminum Mirna.(NDO)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*