Breaking News

Jaksa Abaikan Abaikan Putusan Praperadilan

Jaksa Abaikan Abaikan Putusan Praperadilan.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengabaikan Putusan Praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan No.117/PID.Pra/2017/PN.Jkt.Sel, tanggal 24 Oktober 2017. Putusan tersebut terkait status tersangka Hiendra Soenjoto.

 

“Jaksa selaku eksekutor seharusnya melaksanakan undang-undang. Nyatanya tersangka dibawa ke pengadilan dan disidangkan. Apakah untuk pelaksanaan eksekusi putusan Praperadilan itu perlu penafsiran,” ujar  Sahat Harahap kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

 

Sahat Harahap menyatakan, sesuai dengan putusan permohonan praperadilan yang dikabulkan hakim tunggal Efendi Mukhtar, jaksa selaku eksekutor segera melakukan eksekusi. Namun jaksa malah melimpahkan perkara ke pengadilan dan menyidangkan perkara.

 

Menurutnya tindakan JPU telah melanggar Pasal 333 KUHP , yang menjelaskan Barangsiapa dengan sengaja dan dengan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang, atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

 

“Sebab, Putusan Praperadilan adalah mengikat,” ujarnya.

 

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti Theodora Marpaung dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam persidangan Selasa (24/10/2017) menyatakan kejaksaan masih melakukan upaya perlawanan terhadap Putusan Praperadilan itu.

 

“Majelis, sesuai dengan arahan pimpinan bahwa kejaksaan masih melakukan perlawan terahadap putusan Praperadilan, untuk itu kami memohon agar persidangan dilanjutkan,” ucap Theodora Marpaung.

 

Sementara itu, JPU Reza dari Kejati DKI Jakarta dalam tambahan Surat tanggapannya atas eksepsi terdakwa menyatakan bahwa Kejaksaan mengakui keputusan Praperadilan.

 

“Majelis, kami membacakan penyataan kami terhadap putusan praperadilan. Kami mengakui putusan praperadilan, dan seluruhnya proses persidangan kami serahkan kepada majelis,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*