Breaking News

Di Jakarta Aja Banyak Perusahaan Tak Daftarkan Buruhnya Sebagai Peserta BPJS

Di Jakarta Aja Banyak Perusahaan Tak Daftarkan Buruhnya Sebagai Peserta BPJS.

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) memprotes kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kepesertaan para buruh tidak dilakukan secara maksimal. Bahkan, meski sudah dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan dan BPJS, perusahaan yang masa bodo dengan jaminan buruh yang telah diamanatkan Undang Undang itu pun bebas melenggang.

 

Koordinator Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Korwil SBSI) Provinsi DKI Jakarta, Jandry Luhukay  menyampaikan, di Jakarta, pihaknya menemukan sebanyak 351 jumlah karyawan PT Hong Xin Steel yang tak kunjung didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

 

Para pekerja itu terdiri dari 10 pekerja tetap, 310 pekerja tidak tetap dan sebanyak 31 orang TKA Cina Ilegal.

 

“Kita protes, kenapa sampai sekarang ratusan buruh tersebut belum juga didaftarkan sebagai Peserta Badan Penyelnggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan?” ujar Jandry di kantornya, di Jalan Baladewa Kiri, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (24/03/2017).

 

Menurut Jandry, temuan itu bahkan sudah dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Jakarta Timur dan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur. SBSI pun sudah meminta aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap PT Hong Xin Steel. Namun, hingga kini, perusahaan yang bergerak dalam industri besi beton itu tenang-tenang saja.

 

Padahal, lanjut dia, dari laporannya itu, pihak Disnaker Jakarta Timur sempat melakukan pemeriksaan terhadap manajemen perusahaan.

 

“Pihak Disnaker mengakui, ada banyak pelanggaran hukum yang dilakukan PT Hong Xin Steel. Sebab, setelah Disnaker Jakarta Timur menerima surat kami, mereka langsung turun melakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa, Disnaker mengakui bahwa perusahaan itu tidak menjalankan Undang-Undang Ketenagakerjaan,”  kata Jandry.

 

Menurut Jandry, pihak BPJS Kesehatan Jakarta Timur juga mengakui, perusahaan itu belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

 

Pihak BPJS juga sudah memberikan surat peringatan kepada PT Hong Xing Steel untuk segera mendaftarkan seluruh karyawan beserta keluarganya.

 

Hingga kini, menurut Jandry, belum ada tindakan konkrit yang dilakukan pemerintah terhadap laporan yang dilakukannya.

 

“Perusahaan itu harus diberikan sanksi tegas. PT Hong Xin Steel sudah cukup banyak melakukan kesalahan. Namun, sampai saat ini pemerintah belum memberikan sanksi apapun kepada perusahaan,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan, ratusan buruh yang bekerja di PT Hong Xin Steel juga diupah dengan sangat rendah. Tidak ada satu orang buruh pun yang menerima Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2016 yang ditetapkan Pada 1 Januari 2019 lalu.

 

“Dan hingga saat ini, ratusan buruh itu tidak juga didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*