Breaking News

Jadi Kapolri, Tito Tetap Jalin Hubungan Baik Dengan Para Senior

Tito akan tetap jaga hubungan baik dengan para senior.

Keputusan Presiden Joko Widodo memilih Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Tito Karnavian untuk menjadi menggantikan Jenderal Badrodin Haiti cukup mengejutkan. Tito yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1987, akan melewati para seniornya seperti, Komjen Budi Gunawan, Komjen Budi Waseso, dan Komjen Syafruddin.

Namun, Tito mengaku, jauh sebelum namanya diusulkan, dia sempat meminta agar para senior yang diutamakan menjadi Kapolri.

“Saya memang pernah dengan halus ke Kapolri saya sampaikan, maupun ke pak Menko Polhukam. Sebaiknya senior yang diberi tempat. Karena saya merasa junior dan tahu diri masih 6-7 tahun lagi pensiun. Tapi ketika tiga-dua hari lalu saya diminta pendapat, pandangan saya,” ujar Tito di Komplek Parlemen, Senayan.

Tito mengatakan bahwa, belum mengetahui proses pencalonan di Kompolnas dan Wanjakti. Namun, sebelum pengumuman, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sempat mengungkap bahwa nama Tito memang sengaja tak dimasukan atas pertimbangan angkatan.

“Saat diberi tahu sudah ada keputusan, dan ini dari pimpinan, maka sebagai prajurit Polri-TNI tidak boleh membantah. Dan saya akan all out,” ujar dia.

Tito sapaan Mantan Kapolda Metro dan Papua ini menjelaskan bahwa, selama menjadi kepala BNPT, dia lebih banyak bertugas ke luar negeri untuk membangun hubungan internasional.

“Mungkin dalam satu minggu saya dua hari, makanya saya banyak membangun kerjasama dengan luar negeri,” ungkapnya.

Meski telah terpilih menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu, Tito menjamin hubungannya dengan para senior tetap terjaga. Dia juga meyakini para jenderal senior memberikan dukungan dengan catatan dapat memperbaiki institusi Polri.

“Saya harus tunjukkan leadership yang dapat diterima, yaitu dengan komitmen memperbaiki polisi,” kata dia.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*