Breaking News

Inflasi Ancam Masa Depan Bangsa, Pemerintah Diminta Segera Stabilkan Harga

Inflasi Ancam Masa Depan Bangsa, Pemerintah Diminta Segera Stabilkan Harga.

Pemerintah diminta segera bergerak cepat untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok, sebab tingkat inflasi yang terjadi sudah mengancam masa depan bangsa Indonesia.

 

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak mengatakan, sepanjang Februari 2018, harga bahan pokok di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,37 persen. Meski laju inflasi di Februari menurun 0,06 persen dibandingkan inflasi Januari sebesar 0,43 persen, tetap saja ada kenaikan harga bahan pokok di Jakarta.

 

Berdasarkan rilis resmi dari BPS DKI Jakarta, lanjut Bastian, pada Februari 2018 harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,37 persen. Laju inflasi 2018 mencapai 0,80 persen dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 3,19 persen.

 

Berdasarkan data BPS ada tiga kelompok pengeluaran yang berkontribusi dalam inflasi di DKI Jakarta yaitu; kelompok bahan makanan 1,11 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; dan kelompok sandang 0,35 persen.

 

“Data-data diatas sangat mengkhawatirkan apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah harus bergerak cepat menstabilkan harga bahan pokok, agar masyarakat bisa membeli, jangan hanya orang kaya saja yang bisa membeli,” tutur Bastian P Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (22/03/2018).

 

Dia juga mengingatkan agar Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) proaktif turun melihat langsung harga kebutuhan pokok masyarakat.

 

“Mendengarkan aspirasi rakyat Jakarta yang tak mampu membeli, karena semakin tingginya harga bahan pokok. Kegagalan menstabilkan harga bahan pokok bukan hanya kegagalan daerah akan tetapi kepemimpinan nasional,” ujarnya.

 

Bastian menegaskan, inflasi bukan ancaman remeh, akan tetapi ancaman pada generasi selanjutnya. Bayangkan, kata dia, bila anak-anak kurang gizi karena orang tua mereka tak mampu membeli bahan makanan.

 

“Efek lainnya akan meningkatnya angka kriminalitas sebagai dampak dari kemiskinan dan pengangguran,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*