Breaking News

Indonesia Terancam, Elemen Kelompok Cipayung Desak Pemerintah Bubarkan Ormas Anti Pancasila

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI)Sahat Martin Sinurat menyampaikan, situasi kebangsaan hari ini yang marak terjadi upaya-upaya yang mengganggu kebhinekaan dan kedamaian dibumi NKRI, karena itu organisasi-organisasi kemahasiswaan yakni PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI menyampaikan pernyataan sikapnya melalui konferensi pers yang digelar di RM Handayani, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (19/01/2017).

Kelompok aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung mendesak pemerintah membubarkan organisasi-organisasi massa yang bertentangan dengan Pancasila. Desakan itu disampaikan karena kebhinnekaan Indonesia dirasa kian terancam oleh hadirnya sejumlah ormas perusak dasar negara Pancasila di Tanah Air.

 

Elemen Kelompok Cipayung yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Buddhist Indonesia (HIKMAHBUDHI), dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), bersama-sama mendesakkan lima poin utama yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kebhinnekaan Indonesia.

 

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI)Sahat Martin Sinurat menyampaikan, situasi kebangsaan hari ini yang marak terjadi upaya-upaya yang mengganggu kebhinekaan dan kedamaian dibumi NKRI, karena itu organisasi-organisasi kemahasiswaan yakni PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI menyampaikan pernyataan sikapnya melalui konferensi pers yang digelar di RM Handayani, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (19/01/2017).

 

“Pernyataan sikap ini penting kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap situasi bangsa hari ini. Kita tidak menghendaki adanya upaya-upaya yang merusak kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila,” tegas Sahat Sinurat.

 

Selanjutnya, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Aminuddin Maruf,  menegaskan, bahwa pemerintah tidak perlu membuka ruang bagi para pengkhianat Pancasila di Bumi Indonesia.

 

“Mendesak kepada pemerintah untuk membubarkan Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) yang bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya.

 

Poin kedua, lanjut dia, mendukung pihak Kepolisian untuk menuntaskan proses hukum dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan oleh saudara M. Rizieq Shihab.

 

Poin ketiga, meminta kepada pemerintah melalui aparat hukum untuk menindak tegas para pelaku tindakan intoleran yang menganggu kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara seperti kasus bom di Samarinda dan pembubaran ibadah di Sabuga, Bandung.

 

Poin keempat, menyerukan kepada seluruh anak bangsa untuk bersatu menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

 

“Kelima, meminta kepada pemerintah untuk menjaga marwah Negara dan mempercepat terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

 

Sementara Abdul Haris Wally Sekjen PB PMII menambahkan, kelima poin ini hendaknya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

 

“Kami harap segera ditindaklanjuti agar terciptanya situasi yang lebih baik di NKRI. Sudah tidak ada tempat bagi tindakan-tindakan intoleran dan mengganggu rasa damai di bumi Indonesia,” ujarnya.

 

Presidium KMHDI Putu Wiratnaya menyampaikan, para mahasiswa akan melanjutkan gerakan ini dengan menemui pimpinan beberapa lembaga negara. “Untuk menyampaikan sikap kami ini agar sinergis dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan,” ujar Putu.

 

Ketua umum PP PMKRI Angelo Wake Kako mendukung penuh pemerintah dan aparat hukum untuk menyelesaikan semua peraoalan-peraoalan kebangsaan hari ini.

 

Sementara Ketua Umum HIKMAHBUDHI Sugiartana meminta semua elemen masyarakat tetap tenang dan bersama-sama mengawal NKRI.

 

Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik meminta semua elemen bangsa yang Pancasilais, mengawal Indonesia.

 

“Kondisi bangsa hari ini perlu disikapi secara cepat untuk menghindari persoalan-persoalan yang serupa, mari kita kawal perjalanan NKRI untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara ini,” tutup Chrisman Damanik.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*