Breaking News

‘Hujan Uang’ Nistakan Simbol Negara Indonesia, Aparat Bertindak Enggak?

‘Hujan Uang’ Nistakan Simbol Negara Indonesia, Aparat Bertindak Enggak?

Aparatur Negara diminta memroses dan menindak orang-orang dan atau perusahaan yang melakukan proyek bernama Hujan Uang di Kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di depan GOR Soemantri Brodjonegoro, sebab program itu dianggap sudah menistakan simbol negara.

 

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak menyampaikan, aparat harus bertindak sebab kegiatan itu adalah bentuk penghinaan terhadap simbol negara.

 

“Harus ditangkap pelaku dan diusut aktor intelektualnya. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat menangkap pelaku penistaan simbol negara. Selain itu aksi tersebut menggangu lalulintas,” tutur Bastian P Simanjuntak, dalam siaran persnya, Sabtu (03/03/3018).

 

Menurut Bastian, aksi kapitalisme tersebut juga ikut menghina warga yang dijadikan objek dari hujan uang.

 

“Pihak kepolisian jangan hanya menghentikan kegiatan tersebut akan tetapi harus lebih tegas lagi dengan mengusut kasus hingga tuntas,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, masih banyak cara-cara lebih manusiawi dan tidak menista simbol negara untuk membantu warga sekaligus promosi produk.

 

Uang rupiah, lanjut Bastian, di dalamnya ada lambang negara sehingga secara tidak langsung telah terjadi penghinaan atas lambang negara.

 

Perlu diingatkan, Penghinaan terhadap simbol atau lambang negara dilarang dalam pasal 57 Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan ancaman hukuman diatur dalam pasal 68 Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009, Pasal 154a KUHP.

 

“Hujan uang sekaligus membuktikan bahwa negara telah takluk pada kekuatan kapitalisme, sehingga penghina lambang negara sampai detik ini belum dihukum. Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak tergoda dan ikut menghina simbol negara,” ujarnya.

 

Sebuah video menjadi viral di Instagram menunjukkan uang yang berhamburan dari langit. Rupanya, ada sebuah crane yang di atasnya mengangkut dua orang pria sedang menebarkan uang. Uang tersebut dari pecahan Rp10 ribu, Rp 5 ribu, dan yang paling banyak Rp2 ribu.

 

Seluruh warga yang melintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, siang itu sontak berhenti dan ikut mengambil uang yang berhamburan.

 

Fenomena hujan uang yang terjadi pada Rabu (28/02/2018) ternyata akan berlangsung beberapa hari. Rupanya fenomena hujan uang ini dilakukan oleh pihak dari sebuah aplikasi.

 

Lalu lintas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tersendat. Sebabnya, warga berkumpul menunggu aksi ‘hujan duit’ (seperti yang terjadi pada Rabu) di depan pintu masuk Pasar Festival. Padahal polisi sudah menarik izin keramaian aksi hujan duit tersebut.

 

Pantauan di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan warga tampak berkumpul di trotoar. Ada juga motor ojek online yang diparkir di pinggir jalur lambat depan Pasar Festival.

 

Lalu lintas di depan sepanjang Pasar Festival tersendat. Baik mobil maupun motor kesulitan melintasi jalan tersebut karena banyak motor yang diparkir di pinggir jalan.

 

Menurut salah satu pengendara ojek online yang kerap mangkal di Pasar Festival, ‘hujan duit’ akan kembali terjadi hari ini. Informasi yang mereka terima menyebutkan ‘hujan duit’ akan digelar pada pukul 12.30 WIB.

 

“Ya kan kemarin ada tuh ‘hujan duit’, mungkin warga dengar jadi pada ke sini. Kemarin tuh ada yang bilang 3 hari sampe besok, jam setengah 1,” kata salah satu pengemudi ojek online yang enggan disebutkan identitasnya di lokasi.

 

Namun, hingga pukul 13.00 WIB, ‘hujan duit’ tidak juga terjadi. Saran si pengemudi ojek online, seharusnya panitia memberi tahu warga ada-tidaknya ‘hujan duit’.

 

“Kalau begini kan kasihan warga, panas-panasan. Harusnya panitia ngasihtahu nih, nggak jadi ‘hujan duitnya’,” ujar si pengemudi ojek online.

 

Di dekat lokasi, ada sebuah baliho besar dari aplikasi 17Q. Aplikasi 17Q (dibaca ichi-Q) adalah sebuah aplikasi kuis LIve Game Show atau Live Kuis Trivia pertama di Indonesia.

 

Dalam aplikasi tersebut, para pengguna akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan uang hingga belasan juta rupiah. Cara mengikuti kuisnya hampir sama dengan kuis live show seperti di televisi saat era 90-an dulu.

 

Kuis ini terdiri dari 12 pertanyaan yang harus dijawab dengan cepat dan tepat dalam waktu 10 detik untuk tiap pertanyaan. Kuis dalam aplikasi 17Q ini berlangsung setiap hari dan bisa diikuti oleh siapa saja yang mengunduh aplikasinya. Hingga Kamis (01/03/2018) aplikasi ini telah diunduh lebih dari 5 juta pengguna. Hujan uang dalam rangka promosi aplikasi ini rencananya akan diadakan hingga tanggal 2 Maret 2018.

 

Menurut Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib, hujan duit di Pasar Festival dalam rangka promosi. “Info sementara, dalam rangka promosi aplikasi kuis di internet,” ujar Irwan.

 

Namun, Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan acara ini. Irwan berpendapat kegiatan semacam ini akan mengganggu aktifitas lalu lintas.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*