Breaking News

HM Prasetyo Semena-mena Mencopot Anak Buah, Digugat..Ya Jaksa Agung Kalah Telak!

Mangasi Situmeang

Mangasi Situmeang yang merupakan Jaksa karir memenangkan gugatannya atas Jaksa Agung HM Prasetyo. Mangasi yang baru sekitar tujuh bulan bertugas sebagai Kepala Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pontianak itu tidak terima dengan pencopotan dirinya sebagai Kajari yang dilakukan oleh HM Prasetyo, yang notabene adalah Jaksa Agung sekaligus bos-nya.

Merasa tidak melakukan pelanggaran, Mangasi pun memberanikan diri untuk melakukan gugatan terhadap Jaksa Agung HM Prasetyo di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur.

Mangasi tercatat sebagai jaksa yang pertama kali menggugat Jaksa Agung atas pencopotan dari pangkat dan jabatan yang dilakukan HM Prasetyo.

“Saya ini ibaratnya adalah anaknya Jaksa Agung sendiri. Sebagai Jaksa ya Jaksa Agung adalah Bapak saya, tetapi kok  saya sebagai anak hendak dihabisi,” ujar Mangasi kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Selasa (08/03/2016).

Tentu saja, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, lanjut Mangasi, dirinya pun memberanikan diri melakukan gugatan terhadap Jaksa Agung.

“Saya tidak melakukan tindak pidana. Dan saya tidak mengerti mengapa harus dicopot dari posisi saya sebagai Kajari Pontianak,” ujarnya.

Mangasi mengaku, sebelum melakukan gugatan, dirinya beberapa kali mencoba membangun komunikasi dengan bos-nya yakni HM Prasetyo yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung.

Komunikasi yang dilakukannya hendak meminta klarifikasi dan juga penjelasan resmi atas dicopotnya posisi Mangasi dari Kajari Pontianak.

“Saya kirim pesan singkat beberapa kali, saya lakukan komunikasi lewat Karo Umum di Kejagung, juga mencoba menghubungi beliau, namun tak di-reken. Saya kan manusia juga, dan saya tidak mau menistakan diri saya hanya karena jabatan. Maka saya putuskan menggugat Jaksa Agung lewat PTUN,” papar dia.

Menurut Mangasi, sebagai jaksa, dirinya heran dengan sikap yang dilakukan HM Prasetyo. Dikala Prasetyo berupaya mencitrakan dirinya bekerja dan menegakkan hukum dengan mengeluarkan deponeering terhadap kasus yang membelit eks penyidik KPK Novel Baswedan dan dua eks pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjoyanto, kok dirinya malah hendak dihabisi oleh Jaksa Agung yang merupakan Bapak bagi para Jaksa di Indonesia.

“Saya anaknya sendiri loh, sebagai jaksa ya Jaksa Agung itu Bapak kami. Tetapi kok terhadap Novel Baswedan saja bisa begitu (deponeering), namun anaknya sendiri malah hendak dihabisi, istilahnya begitu kan,” ujar Mangasi.

Kemenangan gugatan yang dilakukannya, Mangasi berharap ada eksekusi dan keadilan di korps Adhiyaksa terhadap dirinya. “Mohon bantuan dan doa teman-teman semuanya,” ujarnya.

Mangasi Situmeang memenangkan gugatan terhadap Jaksa Agung M Prasetyo di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.

Pengadilan menilai, pemutasian yang dilakukan Prasetyo terhadap Mangasi Situmeang yang saat itu masih menjadi Kejari Pontianak dianggap telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan terdapat unsur nonyuridis.

“Karena dianggap melanggar, jadi Jaksa Agung harus mencabut surat pemutasian saya dan bayar sanksi administrasi tiga ratus ribu,” kata Mangasi Situmeang.

Sebelumnya, Mangasi telah diminta oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk melakukan serah terima jabatan pada tanggal 1 September 2015, padahal surat keputusan penugasan Mangasi baru berakhir 14 September 2015.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*