Breaking News

Hingga Tiga Kali Pergantian Kepala Cabang BPJS , Para Buruh PT Long Teng Iron & Steel Nasibnya Tidak Berubah, Belum Didaftarkan Sebagai Peserta BPJS

Pengurus SBSI bertemu dengan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang Dany di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Senin (6/2/2017).

Setahun lebih ratusan buruh di PT Long Teng Iron & Steel meminta kepada manajemen perusahaan, kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tangerang dan pihak BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaann Tangerang agar segera menindaklanjuti pendaftaran sebanyak 600-an buruh di perusahaan milik orang Cina itu sebagai peserta BPJS, namun tidak kunjung digubris.

Ketua Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) di PT Long Teng Iron & Steel Siswoyo menyampaikan, sudah lebih dari setahun upaya yang mereka lakukan agar mereka didaftarkan menjadi Peserta BPJS.

“Namun hingaa saat ini, sudah tiga kali pergantian Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, belum juga terdaftarkan sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Siswoyo di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (6/2/2017).

Bahkan, lanjut dia, para buruh melalui SBSI pun sudah melakukan pertemuan dengan beberapa kepala daerah dan juga Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang untuk meminta agar mereka segera didaftarkan sebagai Peserta BPJS. Hasilnya tetap tak ditindaklanjuti.

“Pada tanggal 19 Oktober 2016 kami mengundang Bupati Kabupaten Tangerang dan kepolisian juga. Kami sengaja memanggil mereka pada saat itu karena sudah setahun upaya yang kami lakukan tidak ada hasilnya,” kata Siswoyo.

Pada pertemuan 19 Oktober 2017 tersebut, lanjut Siswoyo, mereka membuat Surat Berita Acara yang ditandatangai oleh Perwakilan Karyawan, Kepolisian, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Penandatanganan berita acara tersebut juga disaksikan langsung oleh Pengawas BPJS Ketenagkerjaan Kabupaten Tangerang dan juga Bupati Kabupaten Tangerang.

“Pada tuntutan dalam pertemuan itu, upaya yang sudah kami lakukan selama setahun lebih kami tekankan. Dan penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Bapak Diding,” ujar Siswoyo.

Di perusahaan peleburan baja milik Warga Negara Tiongkok tersebut, lanjut dia, tingkat kecelakaannya sangat besar. Sudah banyak kecelakaan kerja yang dialami oleh para karyawan dan sudah ada yang meninggal dunia.

Namun, lanjut Siswoyo, pihak perusahaan tutup mata dalam kejadian yang dialami para karyawannya. Para karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tidak mendapat bantuan biyaya pengobatan dan mereka menggunakan uang mereka sendiri.

“Bahkan teman kami sesama karyawan di PT Long Teng Iron & Steel sudah ada yang meninggal. Kemudian ada juga yang jarinya patah. Kemarin juga ada teman kami yang harus menjalani operasi karena sakit usus buntu. Tapi pihak perusahaan mengatakan opersi itu tidak ada hubungannya denga perusahaan,” ucap Siswoyo.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Cabang Pembantu (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Pasar Kemis, Dany mengatakan, ia baru menjabat sebgagai Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan pada awal Januari 2017. Sebelumnya ia sudah memberikan surat peringatan kepada PT Long Teng Iron & Steel pada tanggal 6 Januari 2017.

Menurut Dany, pihak perusahaan sudah diberikan surat peringatan agar mendaftarkan seluruh Karyawan sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya masuk kesitu awal Januari 2017 kalau tidak salah tanggal 6 dan sekaligus kita kasih surat peringatan agar semua karyawannya didaftarkan,” kata Dany.

Rencananya, BPJS Ketenagakerjaan akan segera menyurati pihak perusahaan untuk keduakalinya. Dalam minggu ini, ia akan langsung turun kelapangan dan memberikan surat peringatan (SP 2).

Kemudian, Dany menambahkan, jika dalam kurung waktu 10 hari tidak ada itikad baik dari Pihak Perusahaan, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menindak tegas dangan meminta agar perusahaan tersebut dibekukan.

Menurut Dany, sudah ada sembilan karyawan PT Long Teng Iron & Steel yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Namun, belum bisa dipastikan apakah kesembilan orang tersebut atas nama tanggungan dari perusahaan baja tersbut atau tidak.

“Jika Dalam waktu 10 hari tidak ada respon dari pihak perusahaan, maka kita lakukan kunjungan kerja dulu, kemudian akan kita laporkan ke Dinas Ketenagakerjaan dan Badan Nasional Perlidungan, Penempatan Tenaga Kerja (BNP2TKI) dan juga Kejaksaan selaku Pengacara Negara,” pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*