Breaking News

Hindari Kasus Kriminalisasi Guru, Program Jaksa Sahabat Guru di-launching di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

Hindari Kasus Kriminalisasi Guru, Program Jaksa Sahabat Guru di-launching di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Banyak persoalan hukum yang terjadi di dunia pendidikan. Salah satunya adanya serangkaian kriminalisasi terhadap guru dan juga anak-anak didik.

Selain itu, persoalan-persoalan dan permasalahan-permasalahan hukum lainnya juga terjadi di sekolah. Karena itu, Kejaksaan pun membangun sinergitas untuk membangun kesadaran hukum, juga penanganan persoalan hukum di sekolah.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menyatakan, saat ini sedang dilakukan program Jaksa Sahabat Guru. Program ini di-launching di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Akan dilangsungkan launching Program Jaksa Sahabat Guru di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Selasa, 23 Oktober 2018,” tutur Mukri, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Pada launching yang mengambil tempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat  itu, lanjut Mukri, akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Kakanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Beserta Jajaran, Ketua PGRI Jawa Barat beserta jajarannya, para Asisten Kejati Jabar, Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jawa Barat beserta jajaran dan para Ketua PGRI Tingkat Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jawa Barat beserta para pengurusnya.

Mukri menerangkan, dalam kegiatan tersebut, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ingin mengajak dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan PGRI Jawa Barat untuk bersama-sama melaksanakan Program Jaksa Sahabat Guru.

“Program  ini sebagai wujud pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan, yaitu selain sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan tugas penuntutan, juga memiliki tugas dalam menyelenggarakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat,” tutur Mukri.

Tugas penyadaran hukum itu, lanjutnya, juga dilakukan kepada instansi-instansi pemerintahan, stake holders, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Guru, Siswa dan Pelajar, Masyarakat dan lain sebagainya.

“Launching Jaksa Sahabat Guru ini juga dalam rangka pelaksanaan dukungan terhadap program-program pemerintah di lingkungan pendidikan dan guru, serta untuk membangun hubungan yang sinergis dalam peningkatan kinerja dan pengelolaan anggaran di dunia pendidikan Provinsi Jawa Barat,” bebernya.

Mukri menjelaskan, saat ini, guru seringkali dibebani dengan tugas-tugas administrasi pendidikan, termasuk pengelolaan keuangan pendidikan.

Nah, pengelolaan keuangan pendidikan ini harus dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian, dimana memikirkan pula sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana dan pertanggungjawaban yang didasarkan pada prinsip keadilan, efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik.

Dalam kondisi demikian, lanjut Mukri, program jaksa sahabat guru ke depannya akan berperan agar guru dapat dibekali dengan ilmu tentang prinsip pengelolaan keuangan yang benar, serta optimalisasi fungsi pengawasan yang baik dan bersifat membangun.

“Sehingga dapat menghindari peluang bagi terjadinya kriminalisasi guru dalam melaksanakan tugas pengelolaan keuangan. Terlebih, begitu banyak aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan penyidikan, termasuk juga tim saberpungli. Jadi, adalah tugas kita bersama untuk memberikan perlindungan hukum bagi guru yang telah bekerja secara profesional dan berintegritas, dan guru tidak terjerat permasalahan hukum,” tuturnya.

Sebagai bentuk keseriusan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam mensukseskan Program Jaksa Sahabat Guru, lanjut Mukri, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat untuk dapat melaksanakan program tersebut secara serentak dan berkelanjutan.

“Yang diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU secara serentak, sehingga apa yang menjadi cita-cita dan tujuan dari program ini dapat tercapai dengan baik dan maksimal,” jelasnya.

Melalui Program Jaksa Sahabat Guru ini, lanjut dia,  ke depannya dapat menghasilkan suatu tata kelola organisasi dan program kerja yang terukur, berdaya guna, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Jawa Barat.

“Jadi, dalam kegiatan tersebut akan dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, PGRI dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tentang pelaksanaan Program Jaksa Sahabat Guru,” pungkas Mukri.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*