Breaking News

Himpun Kaum Intelektual, Relawan Deklarasikan Jokowi Center Untuk Pilpres 2019

Himpun Kaum Intelektual, Relawan Deklarasikan Jokowi Center Untuk Pilpres 2019.

Ratusan orang yang mengaku relawan Jokowi 2014, kembali membentuk organisasi pemenangan baru untuk Jokowi Dua Periode yang diberi Jokowi Center.

 

Selain adanya penurunan kesolidan dalam mengawal pemerintahan Jokowi-JK selama ini, Jokowi Center melihat bahwa relawan Jokowi selama ini minim dengan kualifikasi intelektualitas yang mumpuni.

 

Ketua Umum Jokowi Center, Sahat Lumbanraja mengatakan, Jokowi Center hadir dengan merekrut para kaum intelektualitas, kaum terdidik dan masyarakat relawan dari berbagai keahlian, untuk menyampaikan aspirasi riil masyarakat Indonesia, sekaligus mengawal pemerintahan serta memenangkan Jokowi sebagai Presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

 

“Banyak relawan di periode lalu, tapi sangat minim dengan kaum intelektual dan kaum profesional yang siap memberikan ide, gagasan dan strategi dalam mengawal pemerintahan. Maka Jokowi Center hadir untuk merekrut itu semua dan memenangkan Jokowi di Pilpres 2019,” ujar Sahat Lumbanraja, saat deklarasi Jokowi Center, di Cafe Tjikini, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2017).

 

Menurut dia, ada segudang persoalan di tingkat bawah, mulai dari desa-desa hingga ke pusat pemerintahan yang tidak terakomodir dan tidak direspon dengan baik selama periode pertama pemerintahaj Jokowi ini.

 

Katena itu, dia berharap, Jokowi Center akan menjadi motor untuk mengaspirasikan persoalan-persoalan itu dan mengawalnya untuk diselesaikan dengan baik.

 

Dia juga mengatakan, partai politik adalah lembaga yang harus bersinergi dengan para relawan dalam pemenangan Jokowi di 2019 mendatang. Sebab, menurut Sahat, selama ini relawan merasa dirinya super hero dan sering menganggap parpol tidak bisa berbuat apa-apa.

 

“Kita belajar dari pengalaman di sejumlah Pilkada yang lalu, relawan harus bersinergi dengan parpol untuk memenangkan calon. Nah, di 2019, Jokowi Center juga bersinergi dengan parpol pendukung,” ujarnya.

 

Deklarasi diisi dengan orasi politik oleh Deputi IV Kantor Sekretariat Presiden (KSP) Eko yang didapuk sebagai penasehat.

 

Selain itu, orasi politik oleh Sekjen Jokowi Center Imanta Ginting juga menyoroti adanya ancaman disintegrasi bangsa Indonesia yang tidak serius diselesaikan oleh pemerintahan.

 

“Kami melihat ada ancaman dan tantangan dari suatu kekuatan politik yang berusaha menggantikan ideologi Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Maka, diperlukan usaha bersama untuk menegaskan dan meneguhkan kembali Pancasila Dasar Negara sudah final,” ujar Imanta Ginting.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*