Breaking News

Hendak Eksekusi Kok Lama Banget, Dihukum Mati Tapi Enggak Mati-Mati, Kepala BNN Heran dengan Cara Yang Diterapkan Indonesia

Di Indonesia, sudah diputuskan hukuman mati, tetapi terpidana matinya kok enggak mati-mati.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengaku heran dengan pola atau cara mengeksekusi terpidana mati di Indonesia.

Selain karena terkesan berbelit-belit, setiap kali ada tepidana mati yang akan dieksekusi kepastian pelaksanaannya cenderung diulur-ulur, sehingga tampak seperti sedang berkampanye dulu sebelum melakukan eksekusi sesungguhnya.

Budi Waseso mengatakan, dengan mengamati proses pelaksanaan hukuman mati di Indonesia, sering nyinyir dan dibuat gamang.

“Sering dibuat seolah-olah belum jelas kapan dijadwalkannya. Di negara ini, orang yang mau dihukum mati saja lama sekali eksekusinya,” ujar Budi Waseso dalam Konferensi Pers di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (13/05/2016).

Dikatakan mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri ini, di Indonesia, proses eksekusi hukuman memakan waktu yang lama. Sebab, untuk melaksanakan hukuman mati, seorang terpidana harus menunggu hingga belasan tahun.

“Kalau di kita, dihukuman mati, tapi tidak mati-mati,” ujar pria yang akrab disapa Buwas ini.

Dia pun mengiyakan sejumlah pengalaman, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Dimana, Hatta Ali pernah memvonis mati terpidana narkoba Ang Kim Soei.

Hatta saat itu adalah hakim yang memberikan vonis mati kepada Ang Kim Soei, pada 13 Januari 2003 silam. Saat itu, Hatta masih mengabdi di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, pengadilan yang saat itu dijuluki sebagai ‘Makam’ bagi para bandar narkoba.

Namun, sudah belasan tahun lamanya Ang Kim Soei tak kujung juga diekskusi. Malahan Hatta mengatakan bahwa, Ang Kim menjadi paranormal di LP Tangerang. Ang baru dieksekusi pada 2015 lalu.

Dikatakan Buwas, penerapan hukuman mati di Indonesia dan Malaysia berbeda. Penegakan hukum di Indonesia, lanjut dia, belum betul-betul tegak karena terpidana mati di sini lama sekali dieksekusinya.

“Hukum di negeri ini belum betul-betul tegak beda dengan Malaysia. (Di Malaysia) Pengguna Narkoba dihukum mati, kalau di kita hukuman mati tapi tidak mati-mati,” pungkas Buwas.(Jimmi)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*