Breaking News

Hendak Bantu Bongkar Korupsi Cessie BPPN, Fadel Muhammad Datangi Kejagung

Hendak Bantu Bongkar Korupsi Cessie BPPN, Fadel Muhammad Datangi Kejagung.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad menyambangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung). Tujuannya, untuk menawarkan diri diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi cessie oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Victoria Securities International Corporation (VSI).

 

Direktur Penyidik (Dirdik) Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus), Warih Sadono membenarkan kedatangan Fadel Muhammad. Namun ia membantah bahwa penyidik telah melakukan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan.

 

“Iya benar Pak Fadel datang ke Gedung Bundar terkait Victoria. Tapi tidak ada jadwal pemeriksaannya. Jadi kita akan jadwalkan kembali,” kata Warih di kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (05/07/2017).

 

Menurut Warih, pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran Fadel Muhammad ke Kejagung. Apalagi jika hendak membantu membongkar perkara yang masih diproses itu.

 

“Kita berterima kasih, tapi tidak ada pemeriksaan dan penyidik akan memanggil kembali,” ujarnya.

 

Pada kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Analis Kredit BPPN Harianto Tanudjaja, Direktur PT VSI Rita Rosela dan Komisaris PT VSI Suzana Tanojo. Penetapan tersangka sejak pertengahan 2016, namun hingga saat ini perkembangan penyidikannya seperti jalan di tempat.

 

Sebelumnya, Kejagung menyampaikan perhitungan sementara kerugian negara atas kasus tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih senilai 419 miliar rupiah.

 

Kasus ini berawal saat PT Adistra Utama mengajukan kredit senilai 469 miliar rupiah untuk membangun perumahan seluas 1.200 hektar di Karawang, Jawa Barat, ke salah satu bank pemerintah.

 

Namun pada saat krisis moneter, bank yang memberikan pinjaman itu termasuk dalam program penyehatan BPPN, sehingga asetnya yang terkait kredit macet dilelang termasuk juga PT Adistra Utama yang dibeli PT VSI senilai 26 miliar rupiah.

 

Ketika PT Adistra Utama akan membeli kembali, PT VSI menetapkan harga senilai 2,1 triliun rupiah. Akhirnya, PT Adistra Utama melaporkan dugaan permainan dalam transaksi ini ke Kejagung.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*