Breaking News

Hendak Alihkan Nelayan Lobster Menjadi Pembudidaya, Bantuan Budidaya Lele Dari Kementerian Mirip Kandang Kambing

Hendak Alihkan Nelayan Lobster Menjadi Pembudidaya, Bantuan Budidaya Lele Dari Kementerian Mirip Kandang Kambing,Oleh: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI).

Oleh: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI)

 

Susi Pudjiastuti, Menteri yang dianggap nyentrik dan memiliki kinerja jeblok. Semua rencana dan pelaksanaan programnya tinta merah. Alasan menjadi menteri ingin bekerja sepenuh hati, tapi pencitraan dengan menyewa para buzzer, membayar polisi nangkap nelayan, memiskinkan nelayan. Cocoknya Susi Pudjiastuti di berikan Gelar “Tukang Nangkap dan Tukang Kibul Pakai Permen”.

 

Pelarangan lobster kian menjadi-jadi, harusnya menteri bisa bikin janji yang realistis, bukanlah jual janji dengan pencitraan. Nelayan pun di modusi Budidaya Ikan Lele. Berbagai teori menjelaskan kepada nelayan agar mau menerima bantuannya sehingga nelayan bisa beraktivitas budidaya Lele.

 

Model bantuan budidaya lele pun seperti kandang kambing. Tempat budidaya lele yang terbuat dari bambu, berdiri membentuk ruang berdiameter 10 x 15 meter. Lalu, diberikan alas terpal tebal membentuk ruang yang dibuat agar air bisa ditampung.

 

Tentu model ini sangat sederhana, kalau di desa-desa bangunan tempat budidaya seperti itu tak butuh dana, cukup ada bambu dan paku serta penggali lubang. Tak butuh dana yang selama ini digembar-gemborkan Rp 50 miliar dengan per orang mendapat Rp 20 juta.

 

Kok Rp 50 miliar bantuan pemerintah, lalu nelayan masing-masing dapat Rp 20 juta. Lalu sisa dana yang lain kemana? Padahal nelayan yang diberikan bantuan tak lebih dari 10 persen, bahkan hanya di bawah 5 persen. Banyak testimoni nelayan mulai dari Lebak Banten, Pulau Lombok hingga Kalimantan dan Sulawesi Selatan.

 

Kinerja Susi Pudjiastuti sangat jeblok, kerjanya hanya pencitraan, menghambur-hamburkan uang negara tak tentu. Apalagi korupsi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kian santer dan kental oligarki kekuasaan dalam manajemennya.

 

Kebijakan bantuan alih profesi nelayan lobster ke budidaya lele oleh Susi Pudjiastuti hanya alat bancakan uang negara. Lagi pula, tempat budidaya lele yang dimaksud itu adalah gunung tandus dan iklimnya tidak cocok, seperti di Dusun Awang, Lombok Tengah, itu tidak cocok untuk budidaya Lele.

 

Seharusnya KKP mempelajari terlebih dahulu kontur tanah, wilayah, daerah dan tempat budidaya itu sendiri. Sehingga program tersebut berguna bagi nelayan. Apalagi, model tempat budidaya lele hanya mampunya seperti kandang kambing.***(Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia-FNI)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*