Breaking News

Hasil Seleksi Dewan Pengawas BPJS Di DPR Mengecewakan, DPR Masuk Angin

Dewas BPJS Ketenagakerjaan Yang Terpilih Tak Sesuai Harapan Buruh

Dewas BPJS Ketenagakerjaan Yang Terpilih Tak Sesuai Harapan Buruh

Hasil seleksi anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang dilakukan di Komisi 9 DPR RI mengecewakan. Selain tidak ada anggota Dewas yang dianggap kompeten, Komisi 9 DPR diduga telah masuk angin karena memilih orang yang berasal dari unsur partai politik (parpol).

Koordinator Nasional Forum Masyarakat Peduli BPJS Hery Susanto menyampaikan, masuknya politisi di Dewas BPJS Ketenagakerjaan adalah kesalahan fatal yang disengaja oleh DPR.

“BPJS Ketenagakerjaan itu problem utamanya adalah korupsi. Maka Dewasnya mestinya ada unsur auditornya, bukan malah memasukkan politisi seperti Poempida. Poempida memang memiliki pengalaman karena pernah sebagai anggota Komisi 9DPR RI, jadi ya pas-ya dia ya di DPR, bukan di Dewas BPJS Tenagakerja. Kami meragukan kemampuan dia di Dewas,” ujar Hery Susanto, di Jakarta (Rabu, 27/01/2016).

Karena itu, Hery menduga, terpilihnya orang yang kurang kompeten menduduki Dewas BPJS Ketenagakerjaan sebagai bukti bahwa sudah terjadi bagi-bagi kekuasaan.

“Ini terkesan bagi-bagi kekuasaan kepada Parpol pengusung Poempida dan orang-orang Dewas yang berafiliasi ke Parpol,” ujar Hery.

Bayangkan saja, lanjuyt dia, agak aneh bila para anggota Dewas sama sekali tidak mewakili unsur pekerja dan masyarakat yang sungguh-sungguh mengerti dan mau memperjuangkan aspirasi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang duduk di Dewas.

“Dari yang kami usulkan, kami kecewa karena ada unsur parpol yang lolos. Masuk angin,” ujarnya.

Jadi, lanjut Hery, proses seleksi di DPR itu memiliki suara yang sama dan kepentingan anggota DPR saja. “Bukan one men one vote itu, itu adalah keseragaman kepentingan mereka saja, tetapi tidak mewakili masyarakat umum,” pungkasnya.

Seleksi Anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan di Komisi 9 DPR kemarin telah memilih Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan periode 2015-2020 yang berasal dari unsur pemberi kerja yang terpilih yakni Aditya Warman dan Indah D Hasman. Dari Unsur Pekerja ada Eko Dewanto dan Reksom Silaban. Sedangkan dari unsur tokoh masyarakat ada politisi Poempida Hidayatullah.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*