Breaking News

Harus Ditindak, Komplotan Pembobol Data Rahasia Di Bank Mandiri Harus Ditangkap

Harus Ditindak, Komplotan Pembobol Data Rahasia Di Bank Mandiri Harus Ditangkap.

Aparat penegak hukum diminta tidak membiarkan adanya komplotan pembobol data rahasia nasabah di Bank Mandiri. Semua pelaku dari mulai tingkat pimpinan hingga bawahan harus dihukum dengan sanksi yang tegas.

 

Ketua Lembaga Kajian Investigasi dan Hukum Indonesia (KIH) Wira Leonardi meminta aparat Kepolisian Republik Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera bergerak untuk menindaklanjuti setiap pembobolan yang terjadi.

 

“Ini tidak boleh dibiarkan. Dan tidak boleh sederhana. Kasus hukum ini sangat merugikan publik. Bahkan keluarga polisi, keluarga anggota OJK, keluarga siapapun bisa kena kalau terus-terusan dibiarkan. Harus ditindak. Mulai dari otak komplotan pembobol, pimpinan yang terlibat hingga pelaku di lapangan,” tutur Wira Leonardi, di Jakarta, Rabu (16/08/2017).

 

Menurut dia, apa yang dialami nasabah Bank Mandiri bernama Posma Lamria Tampubolon adalah peristiwa yang berulang-ulang, sudah berlangsung selama ini, tanpa tindakan tegas.

 

Karena itu, Wira pun menyatakan bahwa keberanian nasabah Bank Mandiri yang mendapat perlakuan tidak adil atau diperlakukan melanggar hukum pun harus muncul. Dia sendiri mendukung langkah nasabah Bank Mandiri Posma Lamria Tampubolon alias Rara untuk menindaklanjutinya dengan melaporkan kepada pihak-pihak terkait, serta melakukan proses hukum.

 

“Termasuk menggugat agar hak dan kerugian yang dialaminya dikembalikan oleh pihak PT Bank Mandiri,” ujar Wira.

 

Posma Lamria Tampubolon, salah seorang nasabah Bank Mandiri, mengaku sudah tidak tahan dengan sikap pihak Bank Mandiri yang tidak mengurusi komplain dan laporannya atas pembobolan dara rahasia rekeningnya di Bank Mandiri.

 

Pemilik Nomor Rekening Bank Mandiri  105-000-2112260 di Kantor Bank Mandiri Cabang Zainul Arifin, Medan itu mengaku, data kerahasiaan rekeningnya dibobol oleh petugas di Bank Mandiri Cabang Bekasi Taman Harapan Baru (THB) bersama seorang nasabah, yang bernama Endang Hadi S, yang merupakan kompetitor bisnis online-nya.

 

“Sejak April 2017 peristiwa ini terjadi, dan sudah saya minta pertanggungjawab melalui Bank Mandiri di tempat saya membuka rekening, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut. Saya juga sudah menyurati Pimpinan Bank Mandiri Pusat di Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan agar nasib saya diperhatikan. Atas peristiwa yang sudah sangat merugikan saya sebagai Nasabah Bank Mandiri,” ungkap Posma Lamria Tampubolon.

 

Ibu yang akrab disapa Rara ini mengatakan, bukan hanya informasi pembobolan rahasia rekeningnya yang terjadi, bahkan di media sosial pun dirinya terus-terusan di-bully dan diperlakukan bagai penjahat.

 

“Saya mengalami depresi berat. Dituduh maling, dikata-katain yang buruk-buruk, di-bully habis-habisan seolah-olah saya penjahat. Saya tidak terima ini semua. Ini pidana, pencemaran nama baik, pelanggaran Undang Undang Kerahasiaan Rekening, pelanggaran terhadap Undang-Undang ITE,” tuturnya.

 

Dia menyampaikan, usaha atau bisnis berjualan tas secara online-pun kini terus-terusan mengalami kerugian dan masih saja kena-bullying.

 

“Saya tidak mengerti mengapa setega itu orang-orang kepada saya, dan saya ditindas dan dibiarkan,” tutur Ibu beranak dua ini sedih.

 

Rara mengungkapkan, kronologis pembobolan informasi rahasia rekening Bank Mandiri miliknya dilakukan oleh oknum pegawai Bank Mandiri di Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat bersama seorang rekan bisnisnya bernama Endang Hadi S.

 

Pada Jumat tanggal 14 April 2017, Endang HS melakukan transfer untuk membayar tas yang dibeli secara online via media sosial FaceBook.

 

Pada saat transfer, Endang mengaku ada kelebihan transfer atas pembayaran tas ke Rekening Rara.  Endang pun mengkonfirmasi kelebihan transfer itu lewat inbox FB.

 

“Di-inbox  bahwa beliau sudah transfer dan tidak memberikan bukti atau struk transfer. Perlu saya sampaikan, saya juga tidak memakai layanan internet banking, sehingga saya pun tidak tahu bahwa beliau ada kelebihan transfer sebanyak  Rp 16.200.00,” ungkap Rara.

 

Endang sendiri tersadar bahwa ia melakukan kelebihan transfer itu pada hari Selasa tanggal 18 April 2017. Menurut Rara, Endang mengaku mendatangi Bank Mandiri Cabang Taman Baru Bekasi pada tanggal 18 April 2017 pada jam 14:50 WIB, dengan memberikan struk transfer kepada salah satu Customer Services di Bank Mandiri Cabang Taman Harapan Baru Bekasi.

 

“Si Pegawai yang merupakan Customer Services tersebut membuka Nomor Rekening saya dan menginformasikan kepada Ibu Endang bahwa setengah jam setelah beliau transfer uang, saya menarik dana/mengosongkan Rekening Bank saya. Ini kan ngaco,” ujar Rara.

 

Rara mengingatkan, pada  saat yang sama, dirinya sama sekali tidak ada melakukan penarikan dana. “Pada Jumat 14 April 2017 itu adalah Hari Libur (Jumat Agung) saya dan anak-anak saya sedang makan di salah satu restoran di Kota Medan. Dan ATM saya pergunakan hanya mendebit uang makan di restoran itu. Jadi, tidak benar bahwa ada penarikan atau pengosongan dana saya dari Nomor Rekening Mandiri saya sebagaimana disampaikan si Customer Service itu kepada Ibu Endang,” tutur dia.

 

Persoalan tidak berhenti sampai di situ, ternyata Endang membuat pernyataan itu melalui seseorang bernama Sri Suryani ke media sosmed/facebook. Dan pada akhirnya, Rara diperlakukan bagai penjahat di media sosial.

 

“Saya tidak terima. Saya menjadi bahan bully oleh orang-orang di media sosial. Telah terjadi pencemaran nama baik dan juga tindak pidana penistaan terhadap diri dan usaha saya di media sosial dikarenakan salah seorang Customer Service Bank Mandiri di Taman Harapan Baru Bekasi memberikan informasi yang tidak benar terkait penarikan dana dan transaksi rekening saya kepada pihak lain, yakni Ibu Endang. Yang kemudian di-upload ke media sosial,” ujarnya.

 

Rara menyatakan keberatan dan tidak terima pemberitahuan kerahasiaan rekening saya kepada orang lain. Dengan memperhatikan Pasal 1 Angka 15 Undang Undang Nomor 15 Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, dinyatakan bahwa rahasia bang adalah ‘Segala Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Keuangan dan Hal-hal Ini Dari Nasabah Bank Yang Menurut Kelaziman Dunia Perbankan Wajib Dirahasiakan.

 

Rara juga menyampaikan bahwa dirinya telah di-zalimi oleh pihak Bank Mandiri karena tidak menjaga kerahasiaan Rekening Bank Mandiri-nya. Sebagai nasabah Bank Mandiri, dirinya pun telah meminta klarifikasi dan juga proses hukum bagi oknum pegawai yang membocorkan rahasia rekeningnya kepada orang lain.

 

“Saya meminta dan dipulihkan nama baik saya. Saya minta pihak Bank Mandiri untuk menindak oknum Customer Services tersebut dan saya minta gati rugi harus membersihkan nama baik saya dan juga kerugian yang sudah ditimbulkan,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*