Breaking News

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Perjuangkan Hak dan Kesadaran, Kojak Luncurkan Aplikasi Perokok

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Perjuangkan Hak dan Kesadaran, Kojak Luncurkan Aplikasi Perokok.

Untuk memperjuangkan hak dan kesadaran, Komunitas Perokok Bijak (Kojak) Nusantara akan meluncurkan aplikasi perokok pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

 

Ketua Umum Komunitas Perokok Bijak (Kojak) Nusantara Suryokoco menyampaikan, Perokok Bijak Nusantara hadir untuk menunjukkan bahwa Perokok adalah Warga Negara yang peduli bangsa dan negara, serta memiliki etika moral dan klas sosial yang tidak boleh dianggap sebagai warga negara kelas dua.

 

“Dengan adanya aplikasi perokok bijak, maka peran perokok akan lebih besar untuk Negara, dimana dalam aplikasi ini akan ditanam pelaporan dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dengan real time reall location langsung ter-update,” ujar Suryokoco, di Jakarta, Rabu (31/05/2017).

 

Selain memberikan pelaporan Narkoba, lanjut dia, aplikasi perokok bijak juga akan memberikan laporan tentang peredaran rokok Ilegal, Info Perdagangan dan produksi rokok Ilegal.

 

“Kita memperjuangkan hak dan kesadaran kita bersama,” ujarnya.

 

Sekretaris Jenderal Komunitas Perokok Bijak Nusantara (Kojak Nusantara) Ario Sanjaya menambahkan, Perokok Bijak (KoJak) Nusantara adalah komunitas para perokok yang menyadari bahwa merokok adalah pilihan orang dewasa, beradab, beretika, bermoral dan bertanggungjawab.

 

Dan kita memiliki nilai untuk memperjuangkan hak  dalam kesadaran,” ujar Ario.

 

Menurut Ario, perokok sering dinilai sebagai kelompok orang tidak peduli kesehatan, tidak peduli anak, penyebab tingginya kematian dan diperlakukan dengan tidak manusiawi dalam pemberian fasilitas menikmati produk yang legal ini, dengan tidak tersedianya ruang khusus perokok.

 

“Rokok adalah produk legal, yang seharusnya perokok atau konsumen rokok mendapatkan perhatian dan perlindungan dari negara. Negara kian  mengabaikan kepentingan konsumen rokok yang nyat- nyata telah dengan taat membayar cukai kepada negara, bahkan lembaga konsumen terlibat aktif dalam membatasi rokok dan perokok,” ungkap dia.

 

Menurut Ario, rakyat membayar pajak mendapatkan hak-hak pelayanan publik, perokok membayar pajak dan membayar cukai yang tidak kecil justru mendapat perlakuan yang diskriminatif.

 

“Perokok adalah konsumen yang harus mendapatkan perlindungan. Perokok adalah warga negara yang harus mendapatkan hak yang sama dengan warga negara lain dalam segala bidang layanan,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*