Breaking News

Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Harus Perjuangkan Program Subsidi Untuk Petani

Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Harus Perjuangkan Program Subsidi Untuk Petani .

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia pada 18 Oktober ini, Indonesia for Global Justice (IGJ) mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk secara konsisten memperjuangkan subsidi untuk petani kecil pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-11 World Trade Organization (WTO) yang akan dilangsungkan pada Desember 2017 ini di Argentina. Proposal subsidi untuk petani kecil ini merupakan bagian dari proposal public stockholding for food security yang diajukan oleh Kelompok Negara 33 atau G33 yang dipimpin oleh Indonesia.

Direktur Eksekutif IGJ, Rachmi Hertanti, mengatakan bahwa pemberian subsidi untuk petani kecil telah didesakkan sejak KTM ke-9 WTO di Bali tahun 2013. Tahun 2017 ini adalah tenggat waktu pencapaian kesepakatan atas permanent solution terhadap proposal untuk publicstockholding for food security.

“Proposal ini sangat penting bagi petani kecil di Indonesia, karena dengan dicapainya kesepakatan ini maka negara memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini mengingat secara mayoritas petani Indonesia adalah petani gurem yang masih perlu dukungan maksimal dari negara,” katanya dalam siaran persnya, Senin (16/10/2017).

Dijelaskan Rachmi, isu public stockholding for food security yang didorong oleh Kelompok G33 di WTO bertujuan untuk mengecualikan pemberian subsidi yang diberikan dalam rangka membantu petani miskin dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Subsidi ini nantinya tidak akan dimasukan dalam kalkulasi Aggregate Measurement Support (AMS) yang dipakai oleh WTO untuk mengukur batas maksimal pemberian subsidi.

Penghitungan AMS sendiri dilakukan dengan menghitung selisih antara harga referensi eksternal dengan harga intervensi yang ditetapkan oleh pemerintah, untuk kemudian dikalikan dengan total jumlah produksi pada suatu produk spesifik. Selama ini, dasar penentu harga referensi eksternal dihitung pada harga rata-rata tahun 1986-1988. Hal ini juga menjadi soal, dimana harga referensi tersebut menjadi tidak relevan lagi

Tuntutan negara-negara G33 terhadap subsidi ini adalah mengecualikan subsidi untuk public stockholding dari penghitungan AMS, jadi negara berkembang dapat memberikan subsidi tanpa ada limitasi untuk petani miskin dan untuk kepentingan ketahanan pangan. Tuntutan ini gagal pada saat putaran MC9 di Bali tahun 2013 pada saat Indonesia jadi tuan rumah.

“Untuk itu, sebagai pemimpin G-33 Indonesia harus secara konsisten memperjuangkan proposal ini, sehingga jangan sampai dalam KTM ke-11 nanti, proposal public stockholding ini harus dijegal kembali dengan memprioritaskan kepentingan isu Singapura yang didorong oleh negara-negara maju,” kata Rachmi.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi, memaparkan Hari Pangan Sedunia (HPS) merupakan momentum menguatkan peran generasi muda pada pembangunan pertanian dalam arti luas. Hal tersebut selaras dengan tema HPS internasional yang ditetapkan Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO), yaitu ‘Change the Future of Migration, Invest in Food Security and Rural Development’. Sehingga, pemerintah mengusung tema ‘Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia’.

“Tema ini sangat strategis, mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian. Penciptaan lapangan pekerjaan yang prospektif dan inovatif serta modern di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan dan lain-lain, serta kepastian regulasi untuk mendukung bisnis di bidang pangan menjadi lebih adil,” ujarnya.

Melalui modernisasi dan peningkatan peran generasi muda pada sektor pangan yang dicanangkan Kementan, diharapkan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Karenanya, pembangunan pedesaan dianggap dapat menjadi salah satu upaya memberdayakan pemuda dengan berbagai usaha produktif di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan. “Dan lain-lain secara modern dan inovatif,” kata Agung.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*